Jika Taiwan Diserang China, Ini yang Bakal Dilakukan Joe Biden

M. Iqbal
Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:34 WIB
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden R24/ibl Presiden Amerika Serikat, Joe Biden

RIAU24.COM - Jika Taiwan diserang China, Presiden Joe Biden menegaskan bahwa Amerika Serikat akan membela Taiwan. "Ya, kami memiliki komitmen untuk itu," kata Biden dilansir dari CNN Indonesia, Jumat, 22 Oktober 2021.

Dia juga percaya diri dengan mengatakan bahwa AS mampu menyaingi pengembangan teknologi militer China yang pesat.

"Jangan khawatir tentang apakah mereka (China) akan lebih kuat. China, Rusia, dan seluruh dunia tahu bahwa kita memiliki militer paling kuat dalam sejarah dunia," kata Biden.

Dia kemudian menyinggung jika negara-negara saingan AS seperti China "mungkin terlibat dalam kegiatan di mana mereka dapat membuat kesalahan serius".

Baca juga: Tersedak Anggur, Bocah Berusia 5 Tahun Ini Dilarikan ke Rumah Sakit

Biden merujuk pada hubungan lamanya dengan Presiden Xi Jinping dan menegaskan posisi AS yang tak ingin "memulai Perang Dingin baru dengan China."

"Saya hanya ingin membuat China mengerti bahwa kami (AS) tidak akan mundur," kata Biden.

Pernyataan Biden tersebut bertentangan dengan kebijakan AS selama ini yang dikenal strategi ambiguitas dalam menyikapi hubungan dengan China dan Taiwan.

Selama ini, AS memang tak memiliki relasi resmi dengan Taiwan, tapi memiliki perjanjian untuk membantu wilayah itu terutama dalam bidang pertahanan dari segala agresi.

Baca juga: Kisah Menginspirasi Langar Baba Chandigarh, Memberi Makan Ribuan Orang Lapar Sampai Kematiannya

Hubungan AS dan Taiwan tertuang dalam perjanjian Taiwan Relations Act. Biden membuat janji serupa pada Agustus lalu saat diwawancarai ABC. Ia bersikeras bahwa akan membela sekutu utama AS, termasuk Taiwan, terlepas dari "kegagalan" penarikan pasukan dari Afghanistan yang justru membantu Taliban menguasi negara itu.

Dalam kesempatan itu, Biden mengatakan AS mempertahankan "komitmen suci" untuk membela sekutu NATO di Eropa dan "sama dengan Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan."

Dilansir AFP, Gedung Putih menegaskan kebijakan AS terkait Taiwan "tidak berubah". Pernyataan Biden soal Taiwan itu muncul ketika ketegangan antara Taipei dan Beijing terus memanas.

Dalam beberapa waktu terakhir, China dan Taiwan bahkan saling ancam berebut kedaulatan. Presiden Xi Jinping menegaskan akan merealisasikan unifikasi antara China dan Taiwan. Sementara itu, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen bersumpah tak akan membawa negaranya bertekuk lutut pada China.

Komentar Biden itu juga muncul setelah laporan Financial Times bahwa China telah menguji rudal hipersonik canggih dengan kapasitas nuklir yang terbang di sekitar planet ini sebelum mendarat, meskipun tidak tepat sasaran.


Informasi Anda Genggam


Loading...