Ditelantarkan Ibunya, 4 Anak Yatim Ini Berjuang Cari Nafkah Demi Hidupi dan Rawat Nenek Mereka yang Sakit

Devi
Minggu, 24 Oktober 2021 | 15:06 WIB
Foto : Internet R24/dev Foto : Internet

RIAU24.COM -  Sungguh sedih, 4 anak yatim ini hidup terlantar setelah sang ayah meninggal dunia.

Tak hanya itu, mereka juga harus menahan sakitnya ditinggal oleh ibu tercinta. Karena sang ibu memilij pergi meninggalkan mereka ntah kemana.

Dilansir dari viralpedia, saat ini mereka tinggal bersama sang Nenek yang sudah sangat tua, nenek juga sering sakit-sakitan dan tak mampu untuk bekerja lagi.

Baca juga: Korut Eksekusi Maati Siswa yang Selundupkan dan Jual Film Squid Game



“Ilham sedih kalo liat nenek sakit, kita gak punya siapa-siapa lagi selain nenek.
Nek Makasih juga yah udah mau rawat Iham dan kakak-kakak dari kecil, sekarang gantian Ilham yang jaga dan rawat nenek”.

“Untuk bertahan hidup saya dan saudara bekerja sebagai pemecah kelapa dengan upah bisa makan sesuap nasi,”ujar Ilham.

Meski pekerjaan sebagai pemecah kelapa sangat berbahaya dilakukan oleh anak-anak sebesar Ilham tapi Ilham dan saudaranya harus melakukan demi bisa makan dan juga membantu nenek yang sudah sakit-sakitan.

Baca juga: 50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet



Pemecah kelapa menggunakan pedang sangat berbahaya akan melukai. Upah yang didapat Ilham bekerja sebagai pemecah kelapa adalah sesuap nasi.

Ilham bekerja dalam 1 bulan ada 2 atau paling banyak 3 kali cuma dalam sebulan, bekerja yang didapat seharian dari pagi hingga senja hanya 100 ribu

Ilham, kakak, dan Nenek sering menahan lapar karena tidak ada sama sekali makanan dan uang, bahkan mereka sampe menahan lapar 2 hari dan jarang ada tetangga yang baik hati memeberi mereka makan.

Ilham dan kakaknya juga merupakan anak yang berprestasi, namun bagaimanapun juga mereka terancam putus sekolah karena menungga uang SPP.

Ilham juga memiliki penyakit Hernia dan kaki jahitan terkena jari-jari motor saat Ilham diboncengi ayah waktu ayah masih hidup.


Kisah Viral
Informasi Anda Genggam


Loading...