Amerika Serikat Pastikan Bela Taiwan Jika Diserang China, Korea Utara Sebut Joe Biden Sembrono: Memecah Belah

Rizka
Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:48 WIB
google R24/riz google

RIAU24.COM -  Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden baru-baru ini membuat pernyataan kontroversial setelah menyebut pihaknya akan angkat senjata jika Taiwan diserang.

Korea Utara mengecam AS karena Joe Biden mendeklarasikan bakal membela Taiwan jika sewaktu-waktu diserang China. Mereka menganggap pernyataan pemerintahan AS itu sembrono.

Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Pak Myong-ho, mengatakan bahwa campur tangan AS dalam urusan Taiwan dapat membawa bahaya ke situasi Semenanjung Korea yang sudah rentan.

"Kehadiran pasukan AS dan satelit mereka yang dikonsentrasikan di dekat Taiwan dapat juga digunakan untuk operasi militer yang menargetkan Korut kapan pun," ujar Pak Myong-ho dikutip NK News.

Baca juga: Korea Utara Minta Warganya Kumur Air Garam dan Konsumsi Obat Tradisional untuk Perangi Wabah COVID-19

Pak lantas mendesak AS agar tak mengambil tindakan berbahaya yang dapat memperkeruh situasi di sekitar Selat Taiwan.

"AS harus ingat bahwa intervensi sembrono mereka dalam urusan dalam negeri, upayanya untuk memecah belah hanya akan membawa konsekuensi tragis," ucap Pak.

Sebagaimana dilansir Assocciated Press, Pak melontarkan pernyataan ini tak lama setelah Biden menyatakan bahwa AS akan membela Taiwan jika diserang China.

"Ya, kami memiliki komitmen untuk itu," kata Biden tanpa ragu saat ditanya di CNN Townhall tentang AS akan membela Taiwan atau tidak.

Biden juga yakin AS mampu menyaingi pengembangan teknologi militer China yang pesat.

Baca juga: Firaun Ini Paling Terkenal Sepanjang Sejarah, Siapa?

"Jangan khawatir tentang apakah mereka (China) akan lebih kuat. China, Rusia, dan seluruh dunia tahu bahwa kita memiliki militer paling kuat dalam sejarah dunia," tutur Biden.

Sebagai tanggapan, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, mengatakan bahwa pernyataan Biden tersebut dapat berisiko "merusak hubungan China-AS."

Sebagaimana dikutip AFP, Wang kemudian memperingatkan AS agar "hati-hati dalam bertindak dan berbicara mengenai isu Taiwan."


Informasi Anda Genggam


Loading...