Menu

Cerita Perjuangan Petani Paruh Baya Bikin Dedi Mulyadi Kagum, Hanya Makan Nasi dan Cabai Demi Bisa Nafkahi Keluarga

Rizka 27 Oct 2021, 09:59
Dedi Mulyadi [YouTube/Lembur Pakuan Channel]
Dedi Mulyadi [YouTube/Lembur Pakuan Channel]

RIAU24.COM -  Seorang petani curhat pada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi mengenai kehidupannya sehari-hari yang terbiasa makan nasi dengan cabai.

Kang Dedi Mulyadi alias KDM berada di wilayah Cirebon, Jawa Barat ketika hendak menghadiri acara panen raya yang dihadiri Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Kala melintasi sawah yang gersang, Kang Dedi melihat seorang pria tua sedang bertani. Ia pun lantas mendekati petani itu sambil menanyakan kondisi kehidupannya. Rupanya, petani itu menanam cabai di sawah miliknya yang seluas 1.020 meter sambil menunggu datangnya musim hujan untuk kembali menanam padi.

Kepada Kang Dedi, petani itu mengaku mengerjakan semuanya sendiri, mulai dari menanam bibit hingga merawatnya.

"Karena enggak cukup uangnya kalau enggak dikerjain sendiri," ujar petani itu kepada Kang Dedi dilansir dari Youtube Lembur Pakuan Channel, Rabu (27/10).

Dalam setiap panen cabai, dia maksimal hanya mendapat uang Rp 500 ribu. Kendati begitu, dia mengaku bersyukur karena hasil tersebut bisa digunakan untuk uang jajan dua anaknya yang masih sekolah.

"Dikasih 5 ribu buat sangu (bekal) sekolah. Tapi kalau lagi enggak ada ya enggak dikasih," ujar petani itu.

Meski hidup pas-pasan, semangat peatni tua itu untuk menafkahi keluarganya membuat salu Kang Dedi.

"Walau tidak kaya, hidupnya berkah. Anak bisa sekolah, bapak sehat tidak ngemis," kata Kang Dedi.

"Makannya enak karena tenaganya dikeluarin makan ikan asin sama sambel," lanjut mantan Bupati Purwakarta itu.

Namun petani itu mengaku dia lebih sering makan nasi dengan cabai saja.

"Kadang-kadang sama cabe aja, ya seadanya aja," kata dia.

Kang Dedi kemudian menanyakan seberapa kali bapak itu makan dengan lauk yang lebih bergizi dengan daging mapun telur.

"Telur kadang-kadang, nemu daging kalau ada selametan," jawab petani itu.

Mendengar curhatan itu, Kang Dedi kemudian memberikan uang kepada petani itu agar si petani membeli daging, namun oleh petani itu menyebut lebih baik digunakan untuk obat semprot hama.

Akhirnya dia pun dikasih uang lagi oleh Kang Dedi untuk membeli daging.