Menu

Blok Rokan Berkontribusi Produksi Minyak Nasional, Permigastara Sebut Training Center Migas Perlu Dibangun di Riau

Riki Ariyanto 2 Nov 2021, 19:29
Blok Rokan Berkontribusi Produksi Minyak Nasional, Permigastara Sebut Training Center Migas Perlu Dibangun di Riau (foto/ist)
Blok Rokan Berkontribusi Produksi Minyak Nasional, Permigastara Sebut Training Center Migas Perlu Dibangun di Riau (foto/ist)

RIAU24.COM - Provinsi Riau menjadi pembicaraan nasional setelah Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengelola Blok Rokan. Kemudian sejumlah hal menjadi sorotan seperti keterlibatan pengusaha lokal hingga keberadaan training center migas.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Perkumpulan Pengusaha Migas Energi Baru dan Terbarukan Nusantara (Permigastara) Peri Akri. "Kami dari DPN Permigastara ingin menyampaikan bahwa Riau hari ini masih menjadi prioritas utama dengan Blok Rokan-nya. Bahwa tugas berat negara untuk menaikkan level produksi migas di Riau itu luar biasa. Yang hari ini kurang lebih 150 ribu barel perhari di Blok Rokan. Sekian tahun kedepan diharapkan sampai 1 juta barel. Inikan suatu upaya yang super," sebut Peri Akri, dalam dialog bertema 'Peran Serta PERMIGASTARA di Bidang Migas, Energi Baru Terbarukan, dan Jasa Penunjang, Selasa (2/11/2021).

Turut hadir Ir Ivan Pandapotan Purba, Ketua Dewan Penasehat Permigastara dan Sekjen Permigastara Jhon Pieter S. Kemudian Peri Akri menyampaikan kehadiran Permigastara yang memiliki aset berupa akses, baik teman-teman yang di Senayan maupun teman-teman yang ada di lingkar kekuasaan, pihaknya bakal mencoba melakukan komunikasi hingga lobi kepada mereka untuk memberikan masukan.

"Kami sampaikan bahwa Permigastara berkeinginan berupaya menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan kawan-kawan di legislatif. Teman-teman ini kita coba beri masukan, agar timbul sebuah impact. Dan jika ini disebut sebuah politik ekonomi saya pikir ini tak ada masalah. Bahwa memang diperlukan lobi-lobi untuk Riau," sebut Peri Akri.

Lanjut Peri, pihaknya di level atas secara nasional ingin menyampaikan Riau masih layak diberikan prioritas kedepan. Terkait dengan bagaimana training center migas itu ada di Riau.

"Tolong digarisbawahi kita bukan minta untuk memindahkan Cepu ke Riau, tapi bagaimana sebagian dari agenda itu untuk Sumatera bolehlah di Riau untuk menjadi fokusnya. Dan melalui Sekjen, mewakili kita semua telah berbicara dengan training centernya Cepu dan Pertamina training Center," kata Peri Akri.

Dalam waktu dekat, lanjut Peri pihaknya juga akan segera mempublish wujud nyata dari kerjasama itu. "Harapan kita juga tentu dengan akses yang kita miliki dengan kekuatan SDM yang kita miliki di internal, Permigastara ingin melalukan yang terbaik untuk sebuah asosiasi yang berdampak kepada member kami dan tentu tempat dimana daerah kami berada," pungkasnya.

John Pieter S, Sekjen Permigastara menambahkan upaya yang sedang dilakukan ini juga mendapat dukungan dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. "Kita sudah bertemu dan menyampaikan semangat kita ke Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan kita mendapat dukungan. Dan juga dititipkan agar jangan fokus ke fosil. Kami kedepan asosiasi permigastara hadir bersama pengusaha dan masyarakat untuk mewujudkan energi baru dan terbarukan," sebutnya.

Soal Training Centre sementara ini diusulkan di Duri, Kabupaten Bengkalis. "Kenapa dibuat di Duri? Ini setelah menjajaki bahwa Duri bisa menjadi pusat karena berada di tengah. Dan kita sudah komunikasikan ke Pertamina Training Centre. Jika Training centre di Duri berhasil diwujudkan tentunya akan membuka peluang bagi masyarakat mendapat pelatihan dan berkesempatan bekerja di sektor Migas. Jangan kita menjadi penonton di negeri sendiri," sebut John Pieter S.