Menu

Ilmuwan Asal Inggris Sebut Bukan Vaksin Covid-19 yang Ciptakan Antibodi Paling Kuat, Ini Fakta Aslinya

Devi 5 Nov 2021, 16:05
Foto : Poskota.com
Foto : Poskota.com

Post covid syndrome dapat diartikan sebagai kondisi fisik atau gejala yang dirasakan setelah dinyatakan sembuh atau negatif dari Covid-19.

Pernyataan itu disebutkan langsung oleh peneliti penyakit menular yang dipimpin dan ditulis langsung oleh Liane Dupont dari King's College London.

“Kekhawatiran awal adalah bahwa respons antibodi SARS-CoV-2 mungkin meniru virus corona endemik manusia lainnya, seperti 229E, di mana respons antibodi berumur pendek dan infeksi ulang terjadi,” tim menjelaskan dalam makalah.

"Namun, data kami dan penelitian terbaru lainnya menunjukkan bahwa meskipun titer antibodi penetral menurun dari respons puncak awal, aktivitas penetralan yang kuat terhadap partikel virus pseudotype dan virus menular masih dapat dideteksi dalam sebagian besar serum pemulihan hingga lebih dari 10 bulan pasca terpapar Covid-19,” lanjutnya.

Selain itu dalam studi baru, Dupont dan rekan peneliti memeriksa serum pemulihan dari 38 orang, yang mewakili kohort campuran pasien dan petugas kesehatan, yang semuanya terinfeksi pada gelombang pertama.

Kohort sendiri merupakan sekelompok orang yang memiliki karakteritik atau pengalaman yang sama dalam periode tertentu (seperti waktu lahir, lulus sekolah, menikah, dan lain-lain).

Halaman: 123Lihat Semua