Momen Anggota DPRD Sleman Terpelanting ke Aspal Saat Tunggangi Sapi yang Mengamuk, Netizen: Sepertinya Gara-gara di Foto

Rizka
Senin, 08 November 2021 | 11:26 WIB
Momen Anggota DPRD Sleman Terpelanting [Twitter/@merapi_uncover] R24/riz Momen Anggota DPRD Sleman Terpelanting [Twitter/@merapi_uncover]
Bea Cukai

RIAU24.COM -  Seekor sapi yang sedang diarak dalam kirab Gelar Budaya Sleman Sembada yang berlokasi di Desa Wisata Garongan, Wonokerto, Turi Sleman Yogyakarta tiba tiba mengamuk, Minggu (7/11).

Momen ini diunggah akun Twitter @merapi_uncover, terlihat sapi mengamuk hingga membuat anggota DPRD Sleman Raudi Akmal menjadi korban terjatuh. 

Raudi pun langsung dilarikan untuk dirawat di Rumah Sakit Morangan.

Dari video yang beredar, saat itu Raudi bersama seorang lain dengan busana ala perwira kerajaan Mataram masing-masing menunggang sapi menuju lokasi acara di Desa Wonokerto. Namun di perjalanan, tepatnya di Desa Bangunkerto, tiba tiba sapi yang dinaiki Raudi dengan iringan tetabuhan musik itu melompat lompat mengamuk dan membuat pengendaranya langsung terpental ke jalanan aspal desa.

Baca juga: Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia Karena Infeksi Paru-Paru, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Dalam rekaman itu sapi yang ditunggangi Raudi tetap tak terkendali amukannya dan menyasar para warga yang tengah menonton acara kirab itu. Sapi terus berlari ke jalanan sembari dikejar untuk ditenangkan pawangnya.

Momen ini lantas mendapat sorotan dari netizen, mereka beranggapan sapi tersebut mengamuk lantaran kaget dengan cahaya saat di foto warga.

"Sepertinya gara2 difoto.. mungkin blitz hidup jadi sapinya kaget..," ungkap @boot***

"Inget matador.. sprtnya kaget sama pesepeda kaos merah yg lewat di belakangnya," ungkap @dhima***

Baca juga: BREAKING NEWS: Menpan-RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

"Wah mas raudi ini.. hati2 klo foto hewan terkadang bikin marah si hewan krn merasa terancam," ungkap @PungkiYanua***

Namun meski ada insiden itu, acara gelar budaya itu diketahui tetap berlanjut.  Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, sendiri membuka langsung acara itu.

Pada acara tersebut ditampilkan kesenian tradisional Kabupaten Sleman yakni seni jathilan dan tari rampak buto. Adapun jumlah penari dibatasi 50 orang saja, demi menjalankan protokol kesehatan yang ada.


Informasi Anda Genggam


Loading...