Menu

Wartawan Perempuan Pertama di Indonesia, Roehana Koeddoes Bertudung Khas Minang Tampil di Google Doodle Hari Ini

Rizka 8 Nov 2021, 13:29
google
google

Ia tak serta merta mendapat gelar pahlawan. Lantaran sudah pernah dua kali diusulkan Pemprov Sumbar sebagai pahlawan nasional. Terakhir kali diusulkan pada 2018 lalu. 

Roehana Koeddoes menjadi wartawan, sebelum negara ini bernama Indonesia.

Ia hidup pada zaman yang sama dengan Kartini, di mana akses perempuan untuk mendapat pendidikan yang baik sangat dibatasi.

Kiprahnya di dunia jurnalistik dimulai dari surat kabar Poetri Hindia pada 1908 di Batavia yang dianggap sebagai koran perempuan pertama di Indonesia. Sebelum mendirikan surat kabar Soenting Melajoe, ia juga berkiprah di surat kabar Oetoesan Melajoe yang sudah terbit sejak 1911.

Pengalamannya mendapat apresiasi dari Datoek Soetan Maharadja alias DSM, pemilik Oetoesan Melajoe yang kemudian mendukung Roehana Koeddoes menerbitkan Soenting Melajoe pada 10 Juli 1912. Ia juga mempelopori berdirinya dapur umum dan badan sosial untuk membantu para gerilyawan.

Halaman: 12Lihat Semua