Jadi Negara Terakhir yang Hadapi Wabah Polio, Afghanistan Lakukan Upaya Vaksinasi Didukung Taliban

Amerita
Selasa, 09 November 2021 | 13:50 WIB
(AFP/Wakil Kohsar) R24/ame (AFP/Wakil Kohsar)

RIAU24.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memulai kampanye vaksinasi polio di Afghanistan pada Senin (8/11).

Baca juga: Mantan Bintang Liga Super Bryn Hargreaves Dilaporkan Hilang dan Tidak Terlihat Selama Dua Minggu


Naikwali Shah Momim, Koordinator Operasi Darurat Nasional untuk program polio di kementerian kesehatan Afghanistan, mengatakan kepada Reuters bahwa kampanye tersebut dimulai di berbagai bagian negara itu pada Senin, tapi mengalami kendala rintangan seputar kekurangan staf terlatih.

Kampanye yang ditujukan untuk menjangkau lebih dari 3 juta anak, telah menerima dukungan Taliban, yang akan memungkinkan tim untuk menjangkau anak-anak di bagian negara yang sebelumnya tidak dapat diakses.

Baca juga: Heran Namanya Dipakai Ilmuwan untuk Namai Cacing Parasit, Jeff Daniels: Apakah Ada Kemiripan?


“Urgensi yang diinginkan pemimpin Taliban untuk melanjutkan kampanye polio menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga sistem kesehatan dan memulai kembali imunisasi penting untuk mencegah wabah penyakit yang dapat dicegah lebih lanjut,” kata Ahmed Al Mandhari, Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur, dalam sebuah pernyataan.

Namun, Momim mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak pelatihan untuk tim di daerah terpencil, sehingga program awalnya akan dimulai di tempat-tempat seperti Kabul.

Afghanistan dan negara tetangganya, Pakistan, adalah negara terakhir di dunia yang menghadapi polio endemik, penyakit yang sangat menular dan tidak dapat disembuhkan yang dapat menyebabkan kelumpuhan.

Polio telah hampir dieliminasi secara global melalui upaya inokulasi selama beberapa dekade. Namun masalah keamanan, medan yang tidak dapat diakses, pemindahan massal dan kecurigaan adanya campur tangan pihak luar telah menghambat vaksinasi massal di Afghanistan dan beberapa wilayah di Pakistan.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...