Arkeolog Israel Temukan Cincin dari Era Bizantium di Bekas Pabrik Anggur, Ternyata Ini Kegunaannya

Amerita
Rabu, 10 November 2021 | 14:41 WIB
Cincin emas itu berisi batu semimulia ungu yang kemungkinan besar adalah batu kecubung. Foto milik Otoritas Barang Antik Israel R24/ame Cincin emas itu berisi batu semimulia ungu yang kemungkinan besar adalah batu kecubung. Foto milik Otoritas Barang Antik Israel

RIAU24.COM - Para arkeolog Israel menemukan sebuah cincin di reruntuhan pabrik anggur kuno yang mereka yakini kemungkinan digunakan untuk mencegah mabuk, Selasa (9/11).

Baca juga: Ilmuwan Wuhan Peringatkan NeoCov Coronavirus Baru Akan Timbulkan Gelombang Kematian yang Tinggi


Otoritas Barang Antik Israel mengatakan cincin emas itu dilengkapi dengan permata semimulia ungu yang kemungkinan terbuat dari batu kecubung.

Orang-orang wilayah tersebut percaya bahwa batu kecubung adalah batu ke-12 di dasar Yerusalem Baru, dan orang Yunani kuno percaya bahwa itu menangkal efek anggur.

Baca juga: Menginspirasi, Wanita Ini Mampu Merubah Nasibnya, Dari Tinggal di Tempat Kumuh Hingga Bekerja di Microsoft


"Banyak manfaat yang melekat pada permata ini, termasuk pencegahan efek samping minum, mabuk," kata perwakilan IAA Amir Golan dalam sebuah pernyataan.

Para arkeolog menemukan cincin itu di Yavne, Israel, dengan ukuran yang berasal dari era Bizantium, antara abad ke-3 dan abad ke-7.

"Cincin emas bertatahkan batu kecubung dikenal di dunia Romawi, dan ada kemungkinan bahwa temuan cincin itu milik para elit yang tinggal di kota itu pada awal abad ke-3 M," tambah IAA.

Pihak berwenang mengatakan cincin itu kemungkinan milik orang kaya dan mereka mungkin memakai cincin itu untuk menangkal mabuk, atau sebagai simbol status.

 


Israel Gaza
Informasi Anda Genggam


Loading...