Kelompok Tani SMB Tanam 54.000 Batang Pohon Produktif di Lahan RHL

Replizar
Jumat, 12 November 2021 | 17:20 WIB
Kegiatan RHL Kelompok Tani Sungai Manau Berkarya R24/zar Kegiatan RHL Kelompok Tani Sungai Manau Berkarya

RIAU24.COM - Kelompok Tani Sungai Manau Berkarya Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, berhasil menanam sebanyak 54.000 batang berbagai jenis tanaman produktif, di lahan seluas 100 hektare.

Baca juga: Peningkatan Tipe Polsek, Tim Polda Riau Turun ke Kuansing

Lokasi RHL Kelompok Tani Sungai Manau Berkarya (SMB) berada di Kawasan Hutan lindung Bukit Betabuh, yang berjarak lebih kurang 3 kilometer dari jalan raya Desa Sungai Manau, melalui jalan yang penuh tanjakan berbatu dan tanah yang licin dan menyeberangi Sungai Batang Antan. Kondisi jalan ini memang sangat sulit dilalui oleh masyarakat biasa, akan tetapi bagi kelompok tani Sungai Manau Berkarya, hal tersebut sudah biasa karena selama tiga tahun (sejak tahun 2019-2021), harus bolak balik ke areal ini.

Dibawah kepemimpinan Ketua Kelompok Syukri Ilyas, bersama 25 orang anggota kelompok tani melaksanakan kegiatan RHL swakelola binaan KPH Singingi, dan menjadi mitra kerja Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Indragiri Rokan sejak Tahun 2019. Ini merupakan Program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang difasilitasi BPDASHL Indragiri Rokan, dalam rangka memperkaya tanaman di Hutan Lindung di wilayah Kuansing.

"Dalam satu hektarenya, kami menanam sebanyak 400 batang tanaman pokok, dan 100 batang tanaman sela (kopi)," Ungkap Ketua Kelompok Tani Sungai Manau Berkarya Syukri Ilyas melalui Bendahara Kelompok Tani, Efrizal disela-sela kunjungan Riau24 com, Selasa (9/11).

Penanaman dimulai tahun 2019 oleh kelompok tani secara swakelola, dengan jenis tanaman produktif sepertiga Jernang sebanyak 5.500 Batang, Jengkol sebanyak 5.500 Batang, Petai sebanyak 22.000 Batang, Gaharu sebanyak 5.500 Batang, Karet sebanyak 5.500 Batang, Kopi sebanyak 8.000 Batang., "Pemilihan jenis bibit oleh Kelompok Tani adalah untuk memperkaya, menghijaukan dan mengasrikan tanaman hutan lindung," Ujarnya.

Menurut Efrizal, alokasi anggaran untuk kegiatan RHL ini berasal dari BPDASHL Indragiri Rokan yang langsung ke Rekening kelompok tani sebesar Rp 5 juta per hektare, untuk biaya penyiapan bibit, pembersihan jalur, pemasangan patok, penanaman, penyiangan, pemupukan serta penyulaman.

Efrizal mengakui, kalau dalam penanaman ini tidak berjalan mulus, karena banyak sekali hama binatang buas yang dapat merusak tanaman seperti Babi, Napu, Rusa, Kancil, Kijang, Landak, Beruk/Kera. Mereka selalu memakan pucuk tanaman /mengerat batang. Bahkan ada juga tanaman yang mati karena tertimpa pohon akibat ilegal logging," Jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan sekretaris Kelompok Sungai Manau Berkarya, Jasri, kendala lainnya adalah cuaca. Apabila hari hujan akan sulit dilalui karena meluapnya Sungai Batang Antan, akses jalan ke kawasan menjadi sulit dan jalan licin. Sehingga dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan di lokasi, dan kami harus menunggu air surut. 

Kegiatan dilanjutkan tahun 2020 berupa pemeliharaan tahap 1 yang meliputi penyulaman/ penanaman kembali, penyiangan, pendangiran dan m pemupukan. Untuk penyulaman dilakukan 20% atau 8.000 batang dari jumlah tanaman pokok," Ujarnya.

Untuk tahun 2021 dilakukan pemeliharaan tahap 2, yang kegiatan penyulaman sama dengan tahap 1. Hanya saja bibit penyulaman hanya 10% atau 4.000 batang dari jumlah tanaman pokok. Namun kelompok berupaya menambah jumlah tanaman, karena menurut konsultan pengawas dan penilai prosentase hidup tanaman sekitar 75%, dan sangat perlu ditingkatkan untuk memenuhi harapan kelompok tani dan pihak BPDASHL.

Dikatakannya, kelompoknya sangat senang dikunjungi awak media, karena salah satu cara untuk membuktikan, kelompok tani SMB benar-benar melakukan kegiatan penghijauan dan melestarikan kawasan hutan lindung yang berada di wilayah Desa Sungai Manau.

Baca juga: Inspektorat Kuansing Tegur Bumdes, Terkait Pengelolaan dan Laporan Keuangan

Harapan kami nanti, setelah selesai program RHL ini, agar Kelompok diberikan hak dan kewenangan untuk memelihara, mengawasi tanaman yang sudah ditanam ini. Sehingga dapat memberikan income bagi anggota kelompok tani, dan warga di sekitar kawasan hutan lindung ini," Tukasnya. (Zar)


Informasi Anda Genggam


Loading...