Ikuti Jejak AS, Kanada Hentikan Sementara Produk Supermax Malaysia atas Dugaan Pengunaan Kerja Paksa

Amerita
Minggu, 14 November 2021 | 11:39 WIB
ilustrasi R24/ame ilustrasi

RIAU24.COM - Kanada menghentikan impor dari pembuat sarung tangan Malaysia, Supermax Corp, untuk sementara seraya menunggu hasil audit.

Langkah ini diambil setelah Amerika Serikat memblokir perusahaan tersebut atas tuduhan penggunaan kerja paksa.

Baca juga: Tencent China Memecat 70 Staf, Memasukkan 13 Perusahaan ke Dalam Daftar Hitam Kampanye Anti-korupsi


Pabrik-pabrik Malaysia yang membuat segala sesuatu mulai dari sarung tangan medis hingga minyak kelapa sawit semakin mendapat sorotan atas tuduhan mereka menyalahgunakan pekerja asing, yang merupakan bagian penting dari tenaga kerja manufaktur.

Amerika Serikat menangguhkan impor Supermax bulan lalu, diikuti Departemen Layanan dan Pengadaan Publik Kanada yang pada Rabu (10/11) mengatakan pihaknya menahan pengiriman Supermax sembari menunggu laporan audit.

Baca juga: Dihina Seorang Penjual Mobil, Petani Karnataka Kembali Dengan Uang Ratusan Juta Dalam 30 Menit Untuk Membeli Satu SUV


"Mengingat situasi saat ini, Kanada telah terlibat dengan perusahaan untuk mencari jaminan bahwa Supermax Corp tidak terlibat dalam praktik kerja paksa," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS mengeluarkan perintah pada 21 Oktober untuk melarang impor Supermax berdasarkan informasi yang mengindikasikan penggunaan kerja paksa dalam proses manufaktur.

Supermax sudah menghubungi agen AS untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut. 

Supermax juga menugaskan sebuah perusahaan konsultan independen untuk melakukan audit terhadap status pekerja asing di pabriknya.

"Pemerintah Kanada berkomitmen untuk memastikan bahwa mereka tidak melakukan bisnis dengan perusahaan yang menerapkan praktik tidak etis, baik secara langsung maupun dalam rantai pasokan mereka," tambah Departemen Layanan dan Pengaduan Publik Kanada.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...