Hati-hati, Minuman Yang Satu Ini Bila Dikonsumsi Bisa Merusak Hati

Devi
Selasa, 16 November 2021 | 14:57 WIB
Foto : India.com R24/dev Foto : India.com

RIAU24.COM  -  Hati adalah bagian tubuh yang paling penting. Hati menyaring racun dari tubuh dan menjaga organ tetap sehat dan aman. Kerusakan hati disebabkan karena alkohol tetapi itu bukan satu-satunya cara bagaimana kerusakan hati disebabkan. Beberapa peneliti telah mengungkapkan bahwa minuman yang menyebabkan kerusakan hati tidak memerlukan kelompok usia minimum.

Studi Jantung Framingham dimulai di Boston pada tahun 1948 dan saat ini sedang berlangsung. Studi ini membahas pengaruh penting seperti pilihan gaya hidup pada massa dan mendidik mereka tentang kesehatan yang baik dan umur panjang.

Baca juga: Jangan Sampai Terlewat, Penuhi 6 Nutrisi yang Dibutuhkan Tubuh agar Tetap Sehat

Dalam fase Studi Jantung Framingham saat ini, peneliti medis dan kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Boston yang juga mendukung Fakultas Kedokteran Harvard telah menerbitkan pembaruan dalam Gastroenterologi dan Hepatologi Klinis.

Tentang Apa Minumannya?

Menurut penelitian, minuman manis atau soda telah menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkohol. Menurut National Institute of Health (NIH), penyakit hati berlemak non-alkohol adalah suatu kondisi di mana kelebihan lemak disimpan di hati Anda.

Seperti yang dinyatakan oleh NIH, penyakit hati berlemak non-alkohol mungkin tidak menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius, tetapi dapat menyebabkan pembesaran hati dan nyeri.

Apa Pengaruh Minuman Manis pada Hati?

Sesuai Framingham Heart Study, penyakit hati berlemak non-alkohol dapat dicegah dengan mengurangi minuman manis. Seringkali konsumen minuman manis yang telah melaporkan meminumnya sekali sehari hingga lebih dari sekali seminggu, memiliki peluang dua setengah kali lebih besar untuk mengkonsumsi penyakit hati berlemak non-alkohol dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsinya.

Baca juga: 3 Jenis Susu Formula, Bebelac Menjadi Favorit

Para peneliti mengatakan, 'Sesekali' konsumen minuman berpemanis gula (yaitu, antara sebulan sekali hingga kurang dari sekali seminggu) juga melihat peningkatan lemak hati yang lebih merugikan dibandingkan dengan non-konsumen.


Informasi Anda Genggam


Loading...