Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal Tergantung di Gerbong Kereta, Polisi Duga Korban Sempat Diperkosa Ramai-ramai

Riki Ariyanto
Rabu, 17 November 2021 | 09:17 WIB
Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal Tergantung di Gerbong Kereta, Polisi Duga Korban Sempat Diperkosa Ramai-ramai (foto/int) R24/riki Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal Tergantung di Gerbong Kereta, Polisi Duga Korban Sempat Diperkosa Ramai-ramai (foto/int)

RIAU24.COM - Seorang mahasiswi ditemukan meninggal dunia tergantung di salah satu gerbong kereta kereta Queen Express di Valsad. Penemuan mayat wanita itu terjadi di Negara Bagian Gujarat, India pda 4 November 2021.

Dilansir dari Okezone, polisi menduga mahasiswi (18 tahun) itu merupakan korban perkosaan. Mayat mahasiswi itu ditemukan pada awal bulan ini, pada 4 November 2021, di gerbong .

Pada Minggu (14/11/2021) polisi mencurigai mahasiswi itu korban perkosaan ramai-ramai di Kota Vadodara saat dalam perjalanan pulang ke asrama dari tempat kerjanya. Dari catatan harian milik korban di mana dia konon menyebutkan tentang diculik, ditutup matanya dan dibawa ke tempat terpencil oleh dua orang terdakwa dengan becak di Vadodara.

Baca juga: Tencent China Memecat 70 Staf, Memasukkan 13 Perusahaan ke Dalam Daftar Hitam Kampanye Anti-korupsi

"Penyelidikan sudah diluncurkan untuk menentukan apakah dia diperkosa beramai-ramai,” sebut polisi Vadodara sebagaimana dilansir NDTV.

Informasi dari catatan buku harian mahasiswi itu, ada dua orang pelaku membawa korban ke lokasi terpencil. Mereka melarikan diri setelah mereka melihat seorang sopir bus mendekat ke sana.

Baca juga: Dihina Seorang Penjual Mobil, Petani Karnataka Kembali Dengan Uang Ratusan Juta Dalam 30 Menit Untuk Membeli Satu SUV

Korban lalu meminta bantuan sopir bus itu untuk menghubungi temannya. Inspektur Jenderal Polisi-CID (Kejahatan dan Perkeretaapian), Subhash Trivedi, menyebut ke wartawan, bahwa pemerintah negara bagian sudah memperhatikan insiden tersebut dengan serius dan mengarahkan para pejabat untuk menyelidiki secara menyeluruh untuk mengetahui apakah korban telah diperkosa beramai-ramai dan menangkap pelakunya.

Sebanyak 25 tim terpisah telah dibentuk untuk menyelidiki kasus ini. Penyelidikan ini melibatkan personel polisi kota Vadodara, cabang kejahatan kota Ahmedabad, laboratorium ilmu forensik dan polisi kereta api yang telah memeriksa hampir 450 rekaman CCTV. Polisi juga memeriksa catatan data panggilan telepon, melakukan pengawasan elektronik, dan menggunakan input intelijen untuk menangkap pelakunya.

Polisi kota Vadodara, polisi kereta api, cabang kejahatan kota Ahmedabad, semuanya bekerja sama dalam tim yang terpisah, dan penyelidikan juga sedang dilakukan di negara bagian lain seperti Karnataka," kata polisi.


Informasi Anda Genggam


Loading...