Taliban Akan Mulai Bayar Gaji Pegawai Pemerintah yang Nunggak Berbulan-bulan

Amerita
Sabtu, 20 November 2021 | 20:58 WIB
Gambar: AP R24/ame Gambar: AP

RIAU24.COM - Pemerintah Taliban Afghanistan akan mulai membayar gaji pegawai pemerintah yang telah jatuh tempo mulai Sabtu (20/11).

Ribuan pegawai pemerintah Afghanistan harus dibayar setidaknya tiga bulan gaji.

Baca juga: Tak Diundang ke Pesta Anak Sendiri, Kanye West Berterima Kasih pada Kylie Jenner dan Travis Scott


"Kementerian keuangan mengatakan bahwa mulai hari ini, tiga bulan terakhir gaji semua pegawai dan staf pemerintah akan dibayar seluruhnya," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid di Twitter.

Tidak diketahui dari mana dana untuk membayar gaji itu berasal.

Baca juga: Pria Ini Lamar Kekasihnya Saat Coldplay Bawakan Lagu My Universe, Curi Perhatian Seluruh Penonton


Bahkan sebelum Taliban mengambil alih kendali pada Agustus lalu, banyak pekerja sektor publik mengatakan mereka belum dibayar selama berminggu-minggu. 
Setelah Taliban mengambil alih kekuasaan, miliaran dolar dana pemerintah Afghanistan yang diparkir di luar negeri di Amerika Serikat dan Eropa dibekukan.

Pemerintah asing tidak mau mendanai pemerintahan yang dipimpin Taliban secara langsung untuk membantu komitmen keuangan seperti pembayaran pekerja. Lembaga keuangan global juga menghentikan pendanaan.

Setelah pertemuan pada Kamis antara utusan khusus Jerman dan Belanda dan pejabat Taliban di Kabul, utusan tersebut menyatakan kesediaannya untuk menjajaki pembayaran pekerja sektor kesehatan dan pendidikan secara langsung melalui organisasi internasional.

Juru bicara Taliban lainnya, Inamullah Samangani, mengatakan di Twitter pada Sabtu bahwa pengumpulan pendapatan harian dari pemerintahan Taliban telah meningkat setiap hari.

"Kementerian keuangan mengatakan bahwa dalam 78 hari kerja terakhir dalam tiga bulan terakhir, kami telah menghasilkan pendapatan sekitar 26,915 miliar warga Afghanistan (US$288 juta)," katanya. 


Informasi Anda Genggam


Loading...