Pelaku Pencabulan Anak Ini Terpilih Jadi Wali Kota di Afrika Selatan

Fitrianto
Kamis, 25 November 2021 | 10:25 WIB
Tribun R24/anto Tribun

RIAU24.COM -  Sosial media sekarang merupakan hal yang penting di dalam kehidupan masyarakat. Karena dapat memudahkan aktivitas manusia, baik dalam pekerjaan, sekolah, dan bisa di gunakan untuk hal lain yang berguna

Sosial media saat ini juga telah banyak tersaji yang bisa di akses, dan sosial media juga bisa di jadikan wadah untuk bisa menyalurkan inspirasi dalam membuat sebuah karya dalam bentuk digital. Dalam menggunakan sosmed harus benar benar pandai.

Dalam menggunakan sosial media kitab bisa dikenal banyak orang, baik itu dari hal yang positif maupun hal negative yang dilakukan baik sengaja ataupun tidak. Banyak ragam sosial media untuk kita berkreasi sepetii Instagram, Tiktok, Twitter, Facebook dan masih banyak lagi

Baca juga: Korut Eksekusi Maati Siswa yang Selundupkan dan Jual Film Squid Game

Di sosial media juga bisa berbagi kisah dari yang mengharukan, mengenaskan, sebuah tragedi. Sosial media juga wadah juga tempat segala informasi terbaru atau terupdate.

Seperti yang beredar di sosial media Instagram dimana ada sebuah kejadian mengenai seorang pencabul anak di afrika berhasil terpilih menjadi seorang wali kota. Publik Afrika Selatan terkejut ketika seorang pelaku pemerkosaan anak terpilih menjadi wali kota.

Jeffrey Donson dinyatakan bersalah atas dakwaan rudapaksa, penyerangan tidak senonoh, dan dipenjara ketika menjabat di Kannaland pada 2008. Selain Donson, wakilnya Werner Meshoa juga membuat publik tak kalah terkejut karena berstatus sebagai pelaku penipuan saat menjadi ketua DPR setempat.

Baca juga: 50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

Karena itu, terpilihnya mereka berdua menuai kemarahan di Afrika Selatan, terutama dari aktivis yang mengurusi anak korban pemerkasaan. Wali Kota Donson dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena terbukti memerkosa korbannya, dan mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Western Cape.

Meski bandingnya ditolak, hukuman terhadap Donson ternyata dikurangi, seperti diberitakan Daily Mail Senin (22/11/2021).Nelakukan kekerasan seksual pada anak di bawah umur, hukuman penjara Donson malah ditangguhkan oleh Hakim Lee Bozalek.

Sebagai gantinya, Hakim Lee menjatuhkan denda 1.000 poundsterling dan mengirimnya ke panti rehabilitasi bagi pelaku kekerasan seksual.Dua pelaku kejahatan tersebut kini memimpin Garden Route di Provinsi Western, setelah menang 45 persen dari 25.000 pemilih.

Untuk Meshoa, pada Juni dia divonis 18 bulan penjara atau denda 300 poundsterling setelah dianggap bersalah dalam dakwaan penipuan.Dia juga mendapatkan penangguhan hukuman empat tahun penjara untuk menghalangi keadilan, dan 36 bulan berstatus tahanan rumah.

zxc3

Terungkap, Meshoa ternyata pernah dipecat sebagai guru pada 2012 karena pelecehan seksual serius pada murid, tapi insiden tersebut tak dilaporkan ke polisi.Meski mereka berdua sudah dinyatakan bersalah, dan kasusnya diketahui publik, partai Kongres Nasional Afrika (ANC) mendukung pencalonan keduanya.

Petinggi ICOSA berdalih, keduanya tidak bisa dipaksa mengundurkan diri kecuali mereka menjalani hukuman kurungan badan minimal setahun.Pemimpin ICOSA di Western Cape, David Kamfe, menyerang oposisi dan aktivis yang mendesak supaya Donson dan Meshoa dicopot dari jabatannya.

"Masyarakat sudah berkehendak. Kami menyerukan kepada publik untuk menghormati terpilihnya Tuan Donson dan Meshoa," tegas Kamfe.

Postingan di sosial media Instgram yang menjelaskan mengnenai pencabul anak jadi wali kota ini dibagikan melalui akun sosial media Instagram milik @hariankopas (24/11/2021). Setidaknya postingan tersebut telah mendapatkan sebanyak kurang lebih Seribu tanda suka

@neurhadi10 :” Wkwkwkwkwk “

@yaameyshaaja :” Ga ngerti sma yg milih nya ???? “

zxc4

@fadhilahilman :” gk jauh beda sama di indonesia tercinta????, cman beda kasus ajah “

@maul_yusf :” Demo sampe mundur “

@abgrb123 :” Kirain cuma indo aja negara komedi ???? “


Informasi Anda Genggam


Loading...