Menu

Katalog 100 #UKMJuWAra 2021 Gandeng UMKM Asal Pekanbaru, Rendang Pak Ombak

Azhar 27 Nov 2021, 21:52
Kampanye Katalog 100 #UKMJuWAra 2021. Sumber: Instagram / @rendangpakombak
Kampanye Katalog 100 #UKMJuWAra 2021. Sumber: Instagram / @rendangpakombak

RIAU24.COM -  "Ayo dukung terus kebangkitan UMKM di Indonesia. Jadikan kami #UKMJuWAra kamu dengan kunjungi dan sebarkan katalognya ke teman dan keluarga," tulis pemilik aneka macam rendang ikan dengan bumbu pilihan asal Pekanbaru, Novita Wisudawati pada akun Instagram @rendangpakombak miliknya.

Setidaknya, dua kali berturut-turut unggahan kampanye Katalog 100 #UKMJuWAra 2021 mejeng pada posting-an Instagram pelopor rendang olahan ikan di Riau itu. Di upload-nya pada 19 November dan dilanjutkannya pada 20 November 2021.

Kira-kira, apa alasan dari pemilik produk olahan Rendang Teri dan Rendang Ikan Selais ini begitu antusias memperkenalakan Katalog 100 #UKMJuWAra 2021 pada ratusan pengikutnya di media sosial? Berikut ulasan lengkapnya.

Apa Itu Katalog 100 #UKMJuWAra 2021

Hashtag atau tagar Katalog 100 #UKMJuWAra 2021 digagas langsung oleh ukmjuwara.id. Portal promosi brand-brand lokal ini mendukung penuh agar usaha mikro kecil menengah (UMKM) dapat segera bertumbuh dan lekas naik kelas.

Cara ukmjuwara.id mendukung pengusaha lokal cukup unik yakni dengan melakukan promosi dalam bentuk katalog elektronik, hingga tips terhangat untuk mendongkrak para UMKM biar lebih maju lagi.

Ide ini semakin mendesak setelah pandemi menyelimuti dunia hingga menyelimuti hampir seluruh Nusantara. Sehingga, lahir program Katalog UKM JuWAra pada tahun 2020 dan berlanjut hingga ke tahun 2021 ini.

Kenapa Harus UMKM?

Hampir semua orang di Indonesia ini tentu menyadari jika Usaha Mikro Kecil Menengan (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Nasional.

Percaya atau tidak, sekitar 64 juta UMKM Tanah Air telah berjasa besar pada Pendapatan Domestik Bruto (60 persen), dan menyerap tenaga kerja hingga 97 persen yang didominasi oleh para pengusaha mikro (98,7 persen).

Tingginya angka pengusaha mikro di Tanah Air dinilai para pemerhati cukup disayangkan. Penyebabnya karena pendapat mereka yang terbilang kecil. Menurut PP No.7/2021 pendapatan pelaku usaha mikro tak jauh-jauh dari angka Rp2 miliar per tahun.

Sayang, kondisi seperti ini terus berulang dalam 10 tahun terakhir. Lalu, bagaimana caranya agar kita semua dapat membantu menaikkan skala bisnis pengusaha kecil agar bisa naik kelas minimal tumbuh menjadi usaha menengah?

Di era digital saat ini tentu langkah terbaik yakni memberikan akses pasar yang seluas-luasnya. Salah satunya dengan membuat para pengusaha melek digital.

Katalog 100 #UKMJuWAra 2021 User Friendly

Jika menyebut istilah user friendly, yang teringat tentu suatu keadaan dimana ketika seseorang dimudahkan saat menggunakan alat, software, website atau suatu sistem operasi. Hal ini ternyata juga berlaku saat kita mengunjungi ukmjuwara.id.

Begitu masuk, kita akan disambut hangat dengan tulisan: Selamat Datang di Situs Resmi Katalog Brand Lokal #UKMJuWAra dengan latar kain batik dan Tempat Berkumpulnya Ratusan Brand Lokal #JuWAra kamu! dengan latar beberapa bendera Indonesia.

Tampilannya juga enak dilihat dengan warna hijau yang mendominan. Dan yang lebih penting, tak ada bahasa asing yang membingungkan para UKM. Sederhana dan simpel. Jika pun ada (pada deskripsi produk) hal itu merupakan terjemahaan dari Bahasa Indonesia.

Pada bagian Menu, kita akan menjumpai hashtag #UKMJuWAra diletakkan disudut sebelah kiri, dan menu Tentang Kami, Berita, Kemitraan, Katalog, dan Kolom Pencarian di sisi kanan. Fungsi di bagian ini tentu berbeda-beda.

Pada Menu Tentang Kami, akan menceritakan secara detail apa itu ukmjuwara.id. Di bagian Berita sesuai dengan namanya, bakal menampilkan artikel terhangat yang tentunya sayang untuk dilewatkan.

Pada bagian Kemitraan, menampilkan kontak, media sosial, map, sekaligus logo pihak yang mendukung program Katalog 100 #UKMJuWAra 2021. Pihak itu seperti Whatsapp Inc, Kementerian Koperasi dan UKM RI, APINDO UMKM AKADEMI, dan lainnya.

Dan terakhir ini yang paling ditunggu-tunggu, Menu Katalog menampilkan ratusan UMKM dikelompokkan menjadi #UKMJuWAra 2020, #UKMJuWAra 2021, dan #UKMJuWAra Go Global (segera).

Salah satu pelaku usaha yang terlibat dalam Katalog 100 #UKMJuWAra 2021 adalah UKM asal Pekanbaru yakni Rendang Pak Ombak. Tahukah, nama Pak Ombak diambil dari nama ayah kandung pencetus Rendang Pak Ombak yang bernama (Alm) Nazirda Irwan.

Foto: Rendang Pak Ombak. Sumber: ukmjuwara.id

 

Ukmjuwara.id memaparkan jika usaha ini menyediakan berbagai macam rendang dengan bumbu pilihan terbaik yang sudah bersetifikat halal.

Usaha yang didirikan oleh wanita yang bernama lengkap Novita Wisudawati itu menyediakan variasi Rendang Ikan Teri dan Rendang Ikan Selais, dibuat dengan bahan-bahan premium terbaik.

Jika ingin menyambangi langsung, bisa ke Jalan Cipta Karya, Gang Lumba-lumba nomor 4 RT 05 RW 04, Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tampan Pekanbaru, Riau. Atau bisa langsung klik link berikut ini.

Usaha ini berdiri setelah Novita resign dari pekerjaanya lalu memutuskan untuk menikah. Karena merasa memiliki banyak waktu luang dan menganggap diri tidak produktif, Novita bersama Mama tercinta memberanikan diri untuk menjalankan bisnis Rendang Pak Ombak.

Tambah Novita, Rendang Pak Ombak didirikan tahun 2017 silam saat ada event peresmian kelurahan. Hal ini diutarakan langsung oleh Novita dikutip dari kanal YouTube Mas Kasir.

"Dari situ muncul ide. Disinilah awalnya kita mulai mengenalkan (Rendang Pak Ombak), disinilah kayaknya kita lebih gampang promosi ketimbang kita nanti kalau sudah di rumah. Dari situ kami manfaatkan dengan bermodalkan Rp500 ribu," ujarnya.

Foto: Tangkapan gambar Novita Wisudawati. Sumber: YouTube / Mas Kasir

 

Untuk resepnya Novita kembali blak-blakan. Menurutnya cita rasa rendang berasal dari keluarga secara turun temurun karena rendang ikan merupakan menu wajib saat momen-momen penting.

Rendang ikan merupakan makanan khas dari kampung halaman Novita di Pangkalan, Kecamatan Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

"Ini kan makanan tradisional kalau gak dilestarikan ya bakal hilang," tuturnya.

Hingga saat ini, produksi Rendang Pak Ombak kian meningkat sesuai dengan tingginya permintaan. Setidaknya, dalam satu bulan Novita harus menyiapkan 20-30 kilogram Rendang Teri dan Selais.

"Untuk omzet dulu (awal usaha) paling kecil Rp100 ribu per bulan. Tapi sekarang kita bisa dapat Rp10-Rp15 juta per bulan," ujarnya.

 

Penulis: Azhar Saputra