Jadi Pembicara di Forum SKK Migas, Rasidah Alfedri Sebut Atasi Stunting Perlu Kerjasama Semua Pihak

Lina
Sabtu, 27 November 2021 | 16:00 WIB
Ketua TP PKK Kabupaten Siak Dra. Hj. Rasidah Alfedri saat jadi pembicara R24/lin Ketua TP PKK Kabupaten Siak Dra. Hj. Rasidah Alfedri saat jadi pembicara
Bea Cukai

RIAU24.COM - Dinilai aktif dalam pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di kabupaten Siak, Ketua TP PKK Kabupaten Siak Dra. Hj. Rasidah Alfedri ditunjuk menjadi pembicara pada kegiatan Northen Sumatra Forum SKK Migas-KKKS Wilayah Sumbagut.

Baca juga: Wabup Inhil Buka Rekonsiliasi Stunting, Ajak Seluruh Pihak Bekerjasama Dalam Menurunkan Stunting

"Hari ini saya dipercaya menjadi narasumber kegiatan Northen Sumatra Forum SKK Migas-KKKS Wilayah Sumbagut, yang berlangsung di kota Batam. Saya mengucapkan terimakasih kepada SKK Migas yang percayakan saya berbagi informasi, pengetahuan terutama masalah stunting di forum ini"kata Rasidah di Batam.

Materi yang ia paparan dengan tema "strategi dan kolaborasi yang efektif dalam pelaksanaan kegiatan programcommunity development dalam mengatasi masalah stunting.

Sedikit menyampaikan arti stunting, kegagalan seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal disebabkan dampak dari kekurangan gizi secara kumulatif dan terus menerus.

Ia menjelaskan, stunting bukanlah hal yang aneh lagi, karena ini sudah termasuk isu nasional, apa lagi berhubungan dengan generasi muda. Dari data yang di dapat jumlah stunting di indonesia repalensinya mencapai 27,7 persen. 

"Artinya, jika ada empat orang anak yang lahir, satu di antaranya terkena stunting. Jumlah stunting di Indonesia ini ada 8 juta lebih balita stunting. Ini jauh lebih tinggi dari data WHO yang hanya jumlah stuntingnya hanya 20 persen," tutur dia. 

Lanjutnya, dampak jangka pendek pertumbuhan otak anak terhambat, dampaknya kecerdasan anak berkurang. Sementara jangka panjang karena pertumbuhan otak anak ini, terhambat tentu kemampuan atau prestasi anak di sekolah juga berkurang yang mengakibatkan anak mudah sakit.

"Kira-kira apa penyebab dari stunting itu, ada empat faktor penyebabnya. Pertama pola asuh dari orang tua yang kurang tepat, dua akses terhadap makanan bergizi, ketiga kurangnya kesadaran masyarakat perilaku hidup bersih dan sehat, terutama akses air bersih dan jamban yang sehat, ke empat kurangnya layanan kesehatan,"paparnya. 

Bagaimana cara mengatasi angka stunting ini berkurang, salah satunya adanya kerjasama campur tanggan dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat perusahaan dan akademis. 

Baca juga: PTPN V Raih 15 Sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja

"Saya selaku Ketua Tim pengerak PKK kabupaten Siak, berterimkasih kepada pihak swasta yang telah membantu kabupaten siak dalam rangka mencegah stunting. Melalui program sosial perusahaan. Harapan kami perusahan yang belum terlibat, kedepan bisa ikut bekerja sama dalam mengurangi angka stunting di kabupaten Siak,"harap Istri Bupati Siak itu.(Lin)


Informasi Anda Genggam


Loading...