Ratu Elizabeth II Dicopot Sebagai Kepala Negara, Barbados Resmi Lantik Presiden Baru

Riki Ariyanto
Rabu, 01 Desember 2021 | 09:38 WIB
Ratu Elizabeth II Dicopot Sebagai Kepala Negara, Barbados Resmi Lantik Prrsiden Baru (foto/int) R24/riki Ratu Elizabeth II Dicopot Sebagai Kepala Negara, Barbados Resmi Lantik Prrsiden Baru (foto/int)

RIAU24.COM - Negara Barbados secara resmi melantik Presiden baru yaitu Dame Sandra Mason (72). Momen penting ini secara resmi mencopot Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara dan menjadi negara republik terbaru di dunia.

Dilansir dari okezone, upacara pelantikan dilaksanakan di ibu kota, Bridgetown. Dame Sandra Mason sebelumnya menjabat gubernur jenderal pulau itu sejak 2018 dan dilantik setelah pemungutan suara di parlemen pada bulan lalu. Dame Sandra sekarang menggantikan Ratu sebagai kepala negara.

"Kapal Republik Barbados telah berlayar dalam pelayaran perdananya. Semoga dia melewati semua badai dan mendaratkan negara dan warga kita dengan selamat di cakrawala dan pantai yang ada di depan kita," katanya setelah dilantik. Barbados mengumumkan rencananya untuk menjadi republik tahun 2020, namun akan tetap berada dalam Persemakmuran.

Baca juga: Viral di TikTok, NCT Dream Bikin Heboh Joget Mendung Tanpo Udan

Sebelumnya Barbados dikenal sebagai Persemakmuran Inggris, Persemakmuran Bangsa-Bangsa adalah asosiasi longgar bekas koloni Inggris dan dependensi saat ini, bersama dengan beberapa negara yang tidak memiliki ikatan sejarah dengan Inggris. 

Tokoh nasional terkemuka, termasuk Perdana Menteri (PM) Mia Mottley, bersumpah setia kepada Barbados di depan Presiden baru pada upacara yang berlangsung selama beberapa jam.

PM negara itu menggambarkan perpindahan ke republik sebagai "momen penting" yang akan membuat Barbados sepenuhnya meninggalkan masa lalu kolonialnya. Dalam acara pelantikan itu, Pangeran Wales dan penyanyi Barbados Rihanna terlihat hadir, yang bertepatan dengan peringatan 55 tahun kemerdekaan negara itu.

Baca juga: Muak, Ray J Angkat Bicara Soal Tuduhan Kanye West Terkait Video Seksnya dengan Kim Kardashian

Dalam pidatonya pada Selasa (30/11), Pangeran Charles berbicara tentang "kekejaman mengerikan perbudakan" yang "selamanya menodai sejarah kita". Berbicara sebagai tamu kehormatan pada acara tersebut, Pangeran Charles menegaskan kembali hubungan yang berkelanjutan antara kedua negara meskipun ada perubahan status konstitusional. Dia menggambarkan momen itu sebagai awal baru sebelum dianugerahi Order of Freedom of Barbados yang bergengsi oleh presiden baru. Sementara itu, Ratu Elizabeth mengirim harapan ke negara itu dengan "harapan baik yang paling hangat" untuk "kebahagiaan, kedamaian, dan kemakmuran di masa depan" dan mengatakan negara itu memiliki "tempat khusus" di hatinya.


Informasi Anda Genggam


Loading...