Bukan Covid-19, Penemu Vaksin AstraZeneca Sebut Pandemi Berikutnya Lebih Mematikan

Rizka
Rabu, 08 Desember 2021 | 08:57 WIB
google R24/riz google

RIAU24.COM -  Penemu vaksin AstraZaneca, Sarah Gilbert memperingatkan bahwa pandemi berikutnya akan lebih mematikan dari Covid-19.

Ilmuwan Inggris ini mengatakan pelajaran dari wabah ini tidak boleh disia-siakan dan dunia harus siap untuk serangan virus berikutnya. 

"Yang benar adalah yang berikutnya bisa lebih buruk. Bisa lebih menular, atau lebih mematikan, atau keduanya. Ini bukan kali terakhir virus mengancam hidup dan mata pencaharian kita," kata Sarah Gilbert dalam Richard Dimbleby Lecture, BBC.

Menurut Universitas Johns Hopkins, saat ini Covid-19 telah membunuh 5,26 juta orang di seluruh dunia, sebagaimana dilansir dari laman Al Jazeera pada 7 Desember 2021.

Baca juga: Tak Diundang ke Pesta Anak Sendiri, Kanye West Berterima Kasih pada Kylie Jenner dan Travis Scott

Tak hanya merenggut jutaan nyawa, Covid-19 juga telah menghapus triliunan dollar dalam output ekonomi dan membalikkan kehidupan bagi miliaran orang.

Gilbert menambahkan bahwa Covid-19 bukan satu-satunya virus yang mengancam nyawa orang-orang di dunia.

“Ini bukan kali terakhir virus mengancam hidup dan mata pencaharian kita,” tambahnya.

Oleh karena itu, Gilbert berharap agar kemajuan dan pengetahuan yang telah diperoleh tidak boleh hilang.

“Kemajuan yang telah kita buat, dan pengetahuan yang telah kita peroleh tidak boleh hilang,” ujar Sarah Gilbert.

Pakar kesehatan ini mengatakan bahwa upaya mengakhiri Covid-19 masih belum merata karena terbatasnya akses vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah.

Baca juga: Pria Ini Lamar Kekasihnya Saat Coldplay Bawakan Lagu My Universe, Curi Perhatian Seluruh Penonton

Baru-baru ini, bahkan ada varian baru Omicron, yang diketahui dapat meningkatkan penularan virus.

“Ada perubahan tambahan yang mungkin berarti antibodi yang dilindungi oleh vaksin, atau oleh infeksi varian lain, mungkin kurang efektif dalam mencegah infeksi Omicron,” kata Gilbert.

“Sampai kita tahu lebih banyak, kita harus berhati-hati dan mengambil langkah untuk memperlambat penyebaran varian baru ini,” pungkas Sarah Gilbert.


Informasi Anda Genggam


Loading...