Seorang Guru di Kanada Dikeluarkan Karena Menolak Lepas Jilbab

Fitrianto
Kamis, 16 Desember 2021 | 13:49 WIB
Wolipop R24/anto Wolipop

RIAU24.COM -  Seorang guru di Quebec, Kanada dikeluarkan dari kelas karena mengenakan jilbab. Perempuan bernama Fatemeh Anvari dikeluarkan berdasarkan hukum yang melarang simbol agama di kelas.

Fatemeh Anvari, dicopot dari posisinya sebagai guru di Sekolah Dasar Chelsea karena berhijab. Dia mengatakan prihatin namun ia mengaku mendapat dukungan yang memberinya harapan. Anvari mengatakan bahwa dia diberitahu bahwa dia tak bisa lagi mengajar di kelas karena mengenakan jilbab. Hal ini berdasarkan hukum Quebec Bill 21.

Ia sebelumnya bekerja selama beberapa bulan sebagai guru pengganti di Dewan Sekolah Quebec Barat. Fatemeh Anvari lalu diminta melamar posisi yang lebih permanen mengajar kelas 3 di Sekolah Dasar Chelsea.

Anvari memulai pekerjaan itu awal musim gugur ini. Namun setelah satu bulan dia mengatakan bahwa kepala sekolah memintanya harus pindah ke luar kelas karena dia mengenakan jilbab.

Kepala sekolah mengatakan bahwa keputusan itu dibuat setelah berdiskusi dengan departemen sumber daya manusia dewan sekolah. "Jujur bahwa saya terkejut. Sangat sulit dimengerti," kata Anvari kepada CBC.

Dewan Sekolah Quebec mengatakan sebenarnya enggan menarik seorang guru dari kelas hanya karena dia mengenakan jilbab. Penggunaan jilbab disebut sebagai pelanggaran terhadap undang-undang sekularisme di Quebec.

Di bawah undang-undang Quebec yang cukup baru, atua dikenal sebagai Bill 21, beberapa pegawai negeri yang memiliki otoritas, termasuk guru, tidak boleh memakai simbol agama saat bekerja. Namun keputusan di Pengadilan Tinggi Quebec menolak permintaan Dewan Sekolah Bahasa Inggris Montreal menegakkan pengecualian dewan sekolah Inggris dari undang-undang.

Baca juga: Erick Thohir Berencana Nginap di Lokasi Asli KKN di Desa Penari, Dimanakah Itu ?

Seorang hakim Pengadilan Tinggi Quebec telah memutuskan bahwa dewan sekolah harus dibebaskan dari hukum. Dewan sekolah harus didorong memiliki keragaman dengan memilih siapa yang dipekerjakan.

"Ya, saya Muslim, tetapi bagi saya, (hijab) memiliki makna lain dari identitas saya. Bagaimana saya memilih untuk mewakili diri saya sebagai orang yang kuat di dunia yang mungkin tidak menginginkan saya menjadi diri saya sendiri," katanya. .

"Tapi itu tetap simbol agama, jadi bertentangan dengan hukum."

Postingan di sosial media Instgram yang menjelaskan mengnenai guru yang dikeluarkan dari sekolah ini dibagikan melalui akun sosial media Instagram milik @hariankopas (15/12/2021). Setidaknya postingan tersebut telah mendapatkan sebanyak kurang lebih 4 Ribu tanda suka

@iwan_moulakhela :” Jilbab yg mana ya ? Klo yg di foto kyknya bukan jilbab soalnya rambut msh keluar......???? Mohon koreksi jika salah..... Hanya pendapat pribadi ???? “

@arjunafwan21 :” orang orang malah ngomentari rambutnya masih kebuka, ah sudahlah ???? “

@kepala_jenggot1291 :” Kadang ada yg berjilbab masih terlihat rambut, doakan hidayah agar tertutup. Ada tingkatan kekuatan iman pada pribadi masing2 orang. Temen gue iseng daftar OJK, ketrima. Setelah pelatihan2 dia denger kabar gaji OJK dr bank-bank yg di awasi OJK. Langsung resign. Kena denda 300jt. Duit blm ada, gaji belum juga, langsung resign. Gak mau dia nrima duit dr sumber tsb “

Baca juga: Ada Apa dengan Hari Kebangkitan Nasional?

@danimramdann :” Itu nutup aurat masih mending, coba lihat dinegara wakanda lebih parah sudah bukan hijaber tapi jilboober “


Guru Hijab
Informasi Anda Genggam


Loading...