Kacau, Hacker Curi Data Pribadi Perawat dan Berhasil Buat 54 Ribu Paspor Vaksin Palsu

Riki Ariyanto
Jumat, 17 Desember 2021 | 23:35 WIB
Kacau, Hacker Curi Data Pribadi Perawat dan Berhasil Buat 54 Ribu Paspor Vaksin Palsu (foto/int) R24/riki Kacau, Hacker Curi Data Pribadi Perawat dan Berhasil Buat 54 Ribu Paspor Vaksin Palsu (foto/int)

RIAU24.COM - Hacker dikabarkan mencuri data pribadi seorang perawat dan memakainya untuk bikin ribuan paspor palsu. Kejadian itu terjadi di kota Nantes, Prancis dan mengejutkan banyak pihak.

Dilansir dari Okezone, data yang diretas ini disebut dipakai membuat 54 ribu paspor vaksin yang bisa digunakan. Pemerintah Prancis mengatakan telah mendeteksi 110 ribu pemalsuan semacam itu hingga saat ini

Berita perawat itu kemudian dilaporkan oleh siturs berita Ouest-France pada Kamis (16/12). Situs berita mengklaim bahwa semua paspor palsu itu telah beredar.

Sistem izin kesehatan Prancis bekerja mirip dengan pengaturan izin vaksin yang digunakan di seluruh Uni Eropa (UE). Sistem ini bekerja dengan memasangkan kunci publik yang terdapat dalam kode QR pada ponsel orang yang divaksinasi dengan kunci pribadi yang dipegang oleh rumah sakit, apotek, atau penyedia layanan kesehatan yang memvaksinasinya.

Baca juga: Tragis, Remaja 16 Tahun Tewas di Dekat Halte Bus di Yerusalem

Lokasi yang memeriksa validitas pass Covid seseorang memindai kode dan menerima centang hijau kalau cocok dengan kunci pribadi dan palang merah jika tidak.

Satu kunci pribadi, seperti yang dipegang oleh perawat di Nantes, bisa dipakai untuk menghasilkan jumlah yang tidak terbatas dari izin kerja vaksin, membuat informasi ini sangat berharga bagi peretas dan penipu. Beberapa di antaranya kemudian menjual kartu palsu secara online.

Baca juga: Pencopet di Sekitar Menara Eiffel Jadi Tantangan Berat Bagi Pihak Kepolisian Paris Sebelum Olimpiade 2024

Mencabut izin palsu memberi pihak berwenang masalah tambahan. Untuk membatalkan pass vaksin palsu, setiap pass yang dihasilkan dari private key yang sama harus dibatalkan, artinya pass baru harus dibuat guna mereka yang benar-benar berhak mendapatkannya.

Kisah Nantes adalah yang terbaru dari serangkaian insiden serupa di Prancis. Pernah seorang apoteker di Angers terdekat menyebut pada September lalu bahwa kunci pribadinya diretas dan digunakan untuk membuat 2.700 pass palsu, yang dia temukan saat dia melihat jumlah permintaan yang luar biasa tinggi di komputer apotek untuk mengotentikasi pass baru.

Di pinggiran kota Paris bulan lalu, seorang dokter ditangkap setelah diduga menjual setidaknya 220 tiket palsu dengan harga masing-masing 1.000 euro (Rp16 juta).


Informasi Anda Genggam


Loading...