Carut Marut Penyeberangan RoRo Ada Yang Main Terobos, Anggota Dewan Bengkalis Ngamuk

Dahari
Kamis, 23 Desember 2021 | 11:44 WIB
Anggota DPRD Bengkalis saat memarahi petugas RoRo lantaran ada mobil main terobos R24/hari Anggota DPRD Bengkalis saat memarahi petugas RoRo lantaran ada mobil main terobos

RIAU24.COM -BENGKALIS- Kesal adanya mobil tanpa ngantre dan main terobos pengguna lain di pelabuhan penyeberangan RoRo. Anggota DPRD Bengkalis Firman langsung mengamuk di Pelabuhan Penyeberangan Air Putih, Bengkalis, Rabu 22 Desember 2021 kemarin sore.

Reaksi itu dilakukan Firman bukan tanpa alasan, dirinya sebagai anggota dewan juga ikut mengantre lama sejak pukul 06.00 WIB dan baru sekitar pukul 16.00 atau sekitar 11 jam baru bisa menyeberang ke Pakning.

Baca juga: Kondisi Belumpur Tak Menyurutkan Semangat Tim Satgas TMMD Kodim Bengkalis Saat Pengerjaan Fisik

Mengamuknya Firman itu juga sempat mengundang perhatian warga pengguna jasa penyeberangan lainnya serta terekam kamera dan mendadak viral disejumlah media sosial (Medsos).

Video yang beredar itu, Firman memarahi sejumlah petugas penyeberangan dan kendaraan roda empat yang berusaha masuk ke armada dengan menerobos antrean. Firman meminta agar memutar arah agar ikut antrean.

Ketika dikonfirmasi, Firman mengakui tindakannya tersebut. Itu dirinya lakukan karena merasa kesal adanya banyak roda empat pribadi yang mencoba menerobos antrean tanpa alasan jelas.

"Jam empat sore tadi, kita dari jam enam pagi antre sampai jam empat belum masuk, sementara titip-titipan main serobot saja masuk," ungkap Firman politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Baca juga: Satgas TMMD Kodim Bengkalis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Antrean panjang dan kepadatan kendaraan tidak dapat dihindari menyusul armada dioperasikan sejak dua hari lalu hanya dua unit kapal RoRo.

Diperkirakan dengan dua armada itu, antrean kendaraan khusunya roda empat baru bisa menyeberang dari Pulau Bengkalis ke Pulau Sumatera (Sei. Selari) terpaksa menunggu selama 11 jam.

Sampai saat ini belum ada solusi pasti untuk mengatasi permasalahan jasa penyeberangan untuk kepentingan publik itu.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...