Gubernur Riau Dukung Tengku Buwang Asmara menjadi Pahlawan Nasional

Lina
Jumat, 24 Desember 2021 | 20:36 WIB
Bupati Alfedri saat seminar usulan pahlawan nasional R24/lin Bupati Alfedri saat seminar usulan pahlawan nasional

RIAU24.COM -  Pemerintah kabupaten Siak gelar seminar lokal usulan calon pahlawan nasional Raja Siak ke II Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzaffar Syah (Tengku Buwang Asmara) secara tatap muka dan virtual berlangsung, di Ruang Bandar Siak.

Baca juga: Rakernas Hybrid PP Pordasi 2023 Siak Hari Kedua Agendakan Delapan Kali Sidang

Bupati Alfedri juga menyampaikan upaya pemerintah Kabupaten Siak dalam mengusulkan Tengku Buwang Asmara menjadi pahlawan nasional.

"Sebagai bentuk rasa syukur dan sekaligus mengenang perang guntung, serta menghargai jasa Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzaffar Syah yang mana telah menjaga maruwah negri istana Pemerintah Kabupaten Siak, bersama Tim Pengkaji Peneliti Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Siak serta Dinas/Lembaga terkait terus berupaya mengusulkan Tengku Buwang Asmara menjadi pahlawan nasional,"ujarnya. 

Alfedri menambahkan, tujuan dari diselenggarakan seminar ini merupakan salah satu agenda utama dalam mengusulkan Tengku Buwang Asmara menjadi Pahlawan Nasional, disamping itu pemerintah Kabupaten Siak terus melakukan sosialisasi secara massif baik melalui media cetak maupun media elektronik, serta mengumpulkan dokumen dari OPD, Perbankan, Perusahaan, Lembaga/Organisasi dan juga mengumpulkan dokumen terakait bangunan dan jalan yang telah diberi nama Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzaffar Syah. 

Bupati Siak Alfedri juga mengharapkan dukungan dari masyarakat luas dan swasta dalam mendukung Tengku Buwang Asmara menjadi Pahlawan Nasional.

"Melalui seminar ini diharapkan masyarakat dan swasta dapat mendukung serta berperan aktif dalam sosialisasi nilai dan semangat kejuangan Tengku Buwang Asmara, dan dengan seminar ini kita berharap dapat semakin memupuk semangat perjuangan kita mejadikan Tengku Buwang Asmara menjadi pahlawan Nasional, terutama dalam menelusuri arsip tidak hanya di Arsip Nadional Republik Indonesia melainkan arsip-arsip di Melaka, ARA, serta National Archief Denhaag Belanda,"harapnya. 

Sultan Mahmud Syah merupakan Sultan yang semasa hayatnya membangkitkan diri mempertahankan kejayaan dan marwah Kerajaan Siak dari penjajah VOC, Sultan Mahmud Syah juga berjuang melawan penjajah kompeni pada 262 tahun yang lalu sekarang dikenal dengan Perang Guntung yang diperingati setiap 6 November.

Gubernur Riau Syamsuar melalui virtual menyampaikan, pemerintah Provinsi Riau mengapresiasi langkah-langkah kongkrit yang sudah diambil oleh Pemerintah Kabupaten Siak dalam memperjuangkan Tengku Buwang Asmara menjadi Pahlawan Nasional.

"Kami atas nama pemerintah Provinsi Riau mendukung penuh upaya Pemda Siak, dalam pengusulan Tengku Buwang Asmara menjadi Pahlawan Nasional,"ujarnya. 

Dibentuknya, tim-tim peneliti dan pengkaji dalam daerah yeng terdiri dari unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, pakar sejarah, dan ahli hukum semua itu, digelar supaya mempercepat pengusulan Tengku Buwang Asmara menjadi Pahlawan Nasional.

"Sudah sepatutnya kita menghargai perjuangan dari Tengku Buwang Asmara dalam menegakkan maruah Kerjaan Siak dan Republik Indonesia sesama penjajahan, kami juga melihat usaha masif dari Pemerintah Kabupaten Siak dalam mengusulkan Tengku Buwang Asmara menjadi Pahlawan Nasional dengan melakukan sosialisasi baik melalui media cetak maupun elektronik serta pengumpulan dari semua pihak, mengadakan seminar dan juga mengidentifikasi serta mengumpulkan dokumen terkait bangunan dan jalan yang sudah diberi nama Sultan Mahmud Abdul Jalil Muaffar Syah (Tengku Buwang Asmara),"pintanya. 

Orang nomor satu Riau itu, juga berpesan agar generasi muda harus menghargai perjuangan Tengku Buwang Asmara dalam menegakkan marwah Kerajaan Siak dan Kemerdekaan RI.

Baca juga: Rakernas Hybrid PP Pordasi 2023 Resmi Dibuka, Ketum Minta Pengprov Persiapkan Diri Hadapi PON XXI 2024 Aceh - Sumut 

"Sudah sepatutnya kita masyarakat melayu mendukung pemerintah daerah untuk mengenang perjuangan para pahlawan terdahulu dengan ikut berpartisipasi mengikuti seminar ini, berarti kita ikut memperjuangkan penganugerahan Tengku Buwang Asmara. Misi yang penting untuk memberikan dokumentasi utuh atas jasa para pahlawan kepada generasi seterusnya. Karna bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pengorbanan pahlawannya,"pesannya.(Lin)


Informasi Anda Genggam


Loading...