Perusahaan Israel Ciptakan Burger Nabati yang Dibuat dari Printer 3D, 6 Menit Jadi!

Devi
Rabu, 29 Desember 2021 | 11:25 WIB
Foto : VOI R24/dev Foto : VOI

RIAU24.COM - Perusahaan teknologi makanan asal Israel, SavorEat, pada Selasa 28 Desember, meluncurkan sistem burger nabati yang dipersonalisasi untuk setiap pelanggan. Mereka menjadi salah satu perusahaan pertama yang menggunakan teknologi pencetakan 3D untuk memasak makanan.

Biasanya, burger vegan dari perusahaan seperti Impossible Foods dan Beyond Meat dibekukan dan kemudian dimasak di atas panggangan.

Baca juga: Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Makan Telur, Bisa Panjang Umur Lho...


 
Namun, teknologi SavorEat dibuat di lokasi oleh printer 3D secara mandiri dengan tiga kartrid berisi minyak dan bahan lainnya. Pelanggan dapat memilih berapa banyak lemak dan protein yang mereka inginkan di setiap burger. Proses pembuatan makanan ini membutuhkan waktu sekitar enam menit untuk dimasak hingga matang.

"Ini adalah campuran inovasi alternatif daging dan manufaktur digital di mana kami juga bisa memasak produk," kata Racheli Vizman, kepala eksekutif SavorEat, kepada Reuters.

Dia mengatakan burger perusahaan ini dibuat dengan kombinasi kentang dan buncis serta protein kacang polong. Permintaan makanan alternatif selain daging oleh konsumen yang sadar kesehatan dan lingkungan telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir, sementara perusahaan rintisan protein alternatif mengumpulkan lebih dari 3 miliar dolar AS pada tahun 2020.

Baca juga: Waspada, Ini Gejala Klinis Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi, Kambing dan Babi


 
Perusahaan Israel lainnya, Redefine Meat, bulan lalu mulai menyebarkan potongan utuh burger tanpa daging di restoran Eropa. SavorEat, yang didanai oleh sebuah institusi Israel dan sahamnya yang terdaftar di Tel Aviv kini naik sebesar 11% pada hari Selasa, mengatakan awalnya produk buatan mereka akan disajikan di rantai burger lokal.

Perusahaan ini juga bekerja sama dengan perusahaan layanan makanan Yarzin Sela, yang memasok perusahaan teknologi tinggi Israel dan menjalin kesepakatan dengan Sodexo untuk menyajikan burger vegannya ke universitas-universitas di AS.


"Ada segmen yang berkembang dari orang yang disebut 'flexiterian' - orang yang secara aktif mencoba mencari alternatif daging untuk mengurangi konsumsi daging mereka," kata Vizman, mengutip sekitar sepertiga dari populasi AS.

Oded Shoseyov, ketua dan kepala ilmuwan SavorEat, mengatakan perusahaan itu juga sedang mengerjakan sosis sarapan babi versi nabati untuk pasar AS.


Burger Israel
Informasi Anda Genggam


Loading...