Menu

Gara-gara Gajah Mada yang Ceroboh, Orang Jawa dan Sunda Jadi Tidak Boleh Menikah

Rizka 1 Jan 2022, 18:20
google
google

RIAU24.COM - Pernahkah anda mendengar bahwa orang Sunda dilarang menikah dengan orang Jawa atau sebaliknya? Ternyata hal itu hingga ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat kita. Lalu apa sebabnya?

Mitos tersebut hingga kini masih dipegang teguh beberapa gelintir orang. Tidak bahagia, melarat, tidak langgeng dan hal yang tidak baik bakal menimpa orang yang melanggar mitos tersebut.

Lalu mengapa orang Sunda dan Jawa dilarang menikah dan membina rumah tangga. Tidak ada literatur yang menuliskan tentang asal muasal mitos larang perkawinan itu. Namun mitos itu diduga akibat dari tragedi perang Bubat.

Mitos larangan pengantin Jawa dan Sunda bermula ketika Raja Majapahit saat itu, Hayam Wuruk, hendak mempersuntik putri dari Kerajaan Sunda bernama Dyah Pitaloka.

Konon, ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut didasari dengan beredarnya lukisan sang putri di Majapahit, yang dilukis secara diam-diam oleh seniman bernama Sungging Prabangkara.

Awalnya, Hayam Wuruk memang berniat untuk memperistri Dyah Pitaloka dengan didorong alasan politik, yakni untuk mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Atas restu dari keluarga Kerajaan Majapahit, ia mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar sang putri.

Upacara pernikahan direncakan akan berlangsung di Majapahit. Maharaja Linggabuana lalu berangkat dengan rombongan dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat.

Namun saat rombongan pengantin wanita sedang menuju kota Mojokerto, Gajah Mada yang saat itu menjabat sebagai panglima perangi justru berniat menyerang mereka karena konon hanya Kerajaan Sunda yang belum bisa ditaklukkan Majapahit.

Hayam Wuruk menolak usulan itu. Namun demi memenuhi Sumpah Palapa, Gajah Mada tetap nekat mengerahkan pasukannya. Seluruh rombongan Kerajaan Sunda tewas, termasuk Dyah Pitaloka yang memilih menusuk jantungnya dengan konde.

Kecerobohan Gajah Mada itulah yang menjadi akar larangan pernikahan antara orang Sunda dan Jawa. Penyerangan secara tiba-tiba yang dianggap sebagai penghinaan terhadap Kerajaan Sunda.