Menu

Dapat Merusak Mental, Hindari Bercanda Seperti Ini Pada Anak

Rizka 1 Jan 2022, 22:27
google
google

RIAU24.COM -  Bercanda dengan anak itu tentu sangat boleh, tetapi topik yang dibercandain jangan seperti dibawah ini. Jika hal ini terus dilakukan, maka akan memberi dampak negatif ke mental anak.

Berikut candaan yang dapat merusak mental anak :

1. Candaan yang menonjolkan kekurangan fisik anak

“Kamu sih gendut, makanya gak bisa ikut main, nanti trampoline nya roboh". “Matamu terlalu sipit, kalau ketawa mata nya hilang".

Candaan seperti ini terkesan lucu bagi yang mengucapkan, tapi tidaklah lucu bagi anak tersebut. Hal ini bisa membuat anak menjadi tidak percaya diri dengan fisiknya sendiri.

2. Candaan yang membuat anak merasa cemburu

“Nanti kalau udah punya adik, gak disayang lagi deh kamu sama mama papa". “Mamanya lagi gendong siapa tuh? Mau diambil tuh mamanya".

Bercanda seperti ini dapat membuat si kecil merasa cemburu, posesif dan bahkan memiliki persepsi negatif akan kehadiran sang adik atau siapapun yang mendekati orang yang ia sayangi. Hal ini tentu tidak baik bagi anak.

3. Candaan yang menakut-nakuti dan mengancam

“Kalo ga mau makan nanti disuntik bu dokter loh". “Jangan kesana ah, gelap. Nanti ada hantu loh"

Candaan seperti ini malah akan membuat anak tumbuh menjadi anak yang penakut. Padahal dokter itu baik karena bisa membuat kita sembuh dari sakit, tapi karena sering dibuat candaan, anak malah jadi takut ketika benar2 harus ke dokter.

4. Candaan yang menertawakan kesalahan anak

Anak TK pun bisa kalo cuman gitu. Masa kamu udah bolak balik nyoba gak bisa".

Bercanda seperti ini yang membuat lelucon dari kesalahan anak bisa membuat anak merasa tidak percaya diri dan takut gagal sehingga ia tidak mau mencoba hal tersebut lagi. Bisa jadi anak juga akan merasa bahwa menertawakan ketika orang lain melakukan kesalahan adalah hal yang normal.

Bercanda dengan anak itu tentu boleh sekali, bahkan bercanda dan bersenda gurau dengan anak akan memberikan dampak positif pada anak dan juga akan memperkuat hubungan antara orang tua dan anak. Asalkan hal ini dilakukan dengan bijak.