Menu

Dahlan Iskan Ngaku Pernah Diperas Anggota DPR Ratusan Miliar dengan Dalih Uang THR

Rizka 9 Jan 2022, 16:41
Dahlan Iskan [Instagram/@dahlaniskan19]
Dahlan Iskan [Instagram/@dahlaniskan19]

RIAU24.COM -  Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkap fakta mengejutkan saat menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero). Diketahui, sebelum menjabat sebagai menteri, Dahlan adalah orang nomor satu di perusahaan listrik negara itu.

Dahlan mengaku pernah mau diperas anggota DPR ratusan miliar dengan dalih uang Tunjangan Hari Raya (THR). Akan tetapi, pria yang kini berusia 70 itu menolak permintaan anggota DPR tersebut. 

Cerita Dahlan yang mau diperas tersebut ia utarakan melalui unggahan video di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored.

Dalam video itu, Dahlan menuturkan saat setahun menjabat Direktur PLN. Ia menuturkan menjelang lebaran seorang Direksi PLN yang menghadapnya bahwa ada anggota DPR Komisi IV meminta THR

"Saya sudah saatnya menceritakan jadi ketika mau lebaran idul fitri. Salah satu direksi saya di PLN itu terkopoh-kopoh menemui saya. Katanya pak tadi saya dipanggil anggota DPR Komisi IV. Kemudian menanyakan soal THR atau hadiah lebaran untuk anggota DPR," kata Dahlan Iskan.

Dahlan mengatakan, kala itu si direktur tak berani menjawab permintaan anggota DPR. Direktur itu mengatakan akan merundingkannya dengan direksi.

Lantas Dahlan mengumpulkan seluruh jajarannya untuk menentukan sikap. Apakah permintaan anggota DPR Komisi IV yang merupakan mitra kerja PLN akan dipenuhi atau tidak. 

"Saya panggil seluruh direksi lengkap atau tidak. Pokoknya kita harus buat forum. Kemudian saya rapatkan terkait permasalahan tersebut," sambungnya.

Di ruang rapat, Dahlan bersama direksi yang lain membuat daftar konsekuensi jika menolak permintaan anggota DPR tersebut. Seingatnya, ada 9 konsekuensi di daftar tersebut.

Beberapa di antaranya adalah akan sering dipanggil ke DPR, anggaran subsidi untuk PLN akan dipersulit hingga diberhentikan sebagai direksi. Daftar tersebut kemudian dievaluasi sampai muncul kesepakatan jika direksi PLN menolak memberikan THR.

Persoalan belum selesai. Kemudian direksi mencari cara untuk menyampaikan penolakan tersebut ke anggota DPR. Sehingga, kembali diputuskan jika si direktur yang melapor itulah yang menyampaikan penolakan tersebut. Si direksi pun menyanggupi.

Kemudian Dahlan memberi apresiasi kepada jajarannya atas keputusan berat tersebut. Terutama kepada seseorang yang ditugaskan untuk menyampaikan sikap PLN kepada anggota DPR tersebut. 

"Dia (salah satu anggota direksi) dulunya aktivis tukang demo sampai bilang ini tugas gampang. Yang sulit jika direksi memutuskan untuk memberikan uang. Saya bilang hebat," paparnya.

Namun, diakui Dahlan Iskan setelah pihak PLN yang dipimpinnya menolak permintaan anggota DPR tersebut. Poin-poin yang dibahas saat sedang rapat terjadi. Bahkan ketika ia menjabat sebagai Menteri BUMN selalu dimusuhi anggota DPR. 

Kendati demikian, Dahlan Iskan tidak menyebutkan siapa anggota DPR yang meminta uang THR tersebut. Kabarnya, menurut Dahlan Iskan anggota DPR itu telah meninggal dunia.