Ayah Kena OTT, Anak Bela Mati-matian Lalu Tuduh KPK Main Politik

Azhar
Senin, 10 Januari 2022 | 07:25 WIB
Logo KPK. Sumber: Internet R24/azhar Logo KPK. Sumber: Internet

RIAU24.COM -  Usai Wali Kota nonaktif Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 5 Januari 2022, Anaknya, Ade Puspitasari bersuara lantang.

Ade mengecam aksi penangkapan ayahnya itu. Pernyataanya itu tersebar luas dalam bentuk video berdurasi 1.40 detik melalui akun Instagram @infobekasi.co.

Ade menduga, OTT yang dilakukan pada pria bersama 13 orang lainnya itu syarat dengan nuansa politis.

Hal itu karena tak ada uang sepeser pun yang dibawa beserta Pepen.

Baca juga: Ada Apa dengan Hari Kebangkitan Nasional?

"Saksinya banyak, staf yang di rumah itu saksi semua. Bagaimana Pak Wali dijemput di rumah, bagaimana Pak Wali hanya membawa badan. KPK hanya membawa badan Pak Wali, tidak membawa uang sepeser pun," sebutnya.

Menurutnya, uang yang disita KPK itu merupakan uang hasil pengembangan penyelidikan dari pihak ketiga, bukan uang yang didapat saat KPK menangkap Pepen.

"Bahwa Pak Wali bersama KPK tidak membawa uang dari pendopo. Uang yang ada di KPK itu uang yang ada di iuaran dari pihak ketiga, dari Kepala Dinas, dari Camat. Itu pengembangan, tidak ada OTT," sebutnya.

Menanggapi tuduhan itu, Ketua KPK Firli Bahuri membantah pernyataan Ade yang menuding jika KPK telah bermain politik.

Baca juga: Fakta Mengejutkan Tentang Dea Onlyfans, Terjerat Kasus Pornografi Hingga Mengaku Hamil

Firli menegaskan, penangkapan terhadap seseorang hingga menjadikannya sebagai tersangka bukan karena asumsi, bukan juga berdasarkan opini atau kepentingan politik.

"KPK tidak ikut opini atau kepentingan politik karena KPK tidak ingin dan tidak akan terlibat dalam politik," katanya dikutip dari kompas.com.


Kpk Korupsi
Informasi Anda Genggam


Loading...