Nama Muhammad Mohiuddin Dikait-kaitkan Dibalik Kesuksesan Operasi Cangkok Jantung Babi, Siapa Dia?

Azhar
Kamis, 13 Januari 2022 | 10:12 WIB
Muhammad Mohiuddin. Sumber: The Business Journalis R24/azhar Muhammad Mohiuddin. Sumber: The Business Journalis
Bea Cukai

RIAU24.COM Operasi eksperimental tingkat tinggi yang menjadi sejarah dalam dunia medis, yakni transplatansi jantung babi yang dilakukan terhadap seorang pria di Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya menyisakan satu nama penting.

Dia adalah Muhammad Mohiuddin dikutip dari detik.com, Kamis, 13 Januari 2022.

Mohiuddin sendiri merupakan Profesor Bedah di Fakultas Kedokteran University of Maryland School of Medicine.

Dr Muhammad Mohiuddin, direktur ilmiah program transplantasi hewan ke manusia di University of Maryland Medical Center bersama Dr. Bartley P. Griffith, memimpin operasi bersejarah tersebut dan sukses.

Baca juga: Garuda Indonesia Akan Terbangkan 7.000 PMI ke Korea Selatan Tahun ini

Hingga tiga hari setelah operasi, pasien yang menerima cangkok jantung babi tersebut dalam keadaan baik.

Dikutip dari website University of Maryland, Dr Mohiuddin saat ini menjabat sebagai Chief of Transplantation Section of Cardiothoracic Surgery Research Program di University of Maryland Medical Center sekaligus Senior Scientist di National Heart Lung and Blood Institute di National Institutes of Health (NIH).

Sebelum bergabung dengan NIH di tahun 2005, ia memegang posisi di salah satu fakultas di University of Pennsylvania, Philadelphia dan Rush University, Chicago.

Dr Mohiuddin terlibat dalam bidang xenotransplantasi sejak tahun 1992 dan telah berperan penting dalam memulai program penelitian xenotransplantasi di lembaga-lembaga di atas.

Dr Mohiuddin menerima gelar MBBS (MD) dari Dow Medical College di Karachi, Pakistan dan setelah menyelesaikan pelatihan bedahnya di Civil Hospital Karachi, ia pindah ke AS, di mana ia menyelesaikan fellowship pertamanya dalam Transplantation Biology at University of Pennsylvania (Verdi DiSesa), kemudian juga transplantasi sumsum tulang di Institute of Cellular Therapeutics (Suzanne Ildstad), MCP Hahnemann University (sekarang bernama Drexel University).

Baca juga: Covid-19 Memperparah Masalah Kesehatan Mental Anak-anak Dari Wilayah yang Terpinggirkan

Minat utama Dr Mohiuddin adalah untuk memahami peran limfosit B dalam transplantasi, khususnya penolakan xenograft. Minatnya yang lain termasuk toleransi transplantasi dan modulasi kekebalan.

Dia telah memberikan beberapa kontribusi di bidang transplantasi dan xenotransplantasi dengan lebih dari 120 publikasi dan lebih dari 100 abstrak serta berbagai presentasi.


Informasi Anda Genggam


Loading...