Sudah Menginfeksi Lebih dari Separuh Warga Eropa, WHO Minta Covid-19 Jangan Dianggap Flu Biasa

Rizka
Kamis, 13 Januari 2022 | 08:37 WIB
google R24/riz google

RIAU24.COM -  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (11/1) mengatakan Covid-19 varian Omicron sudah menginfeksi lebih dari separuh warga Eropa. Akan tetapi sebaiknya jangan dulu dianggap sebagai penyakit endemis seperti flu.

Pada pekan pertama 2022, dilaporkan ada lebih dari 7 juta kasus baru Covid-19 di Eropa. Jumlah itu dua kali lipat dibanding dua pekan sebelumnya.

"Pada angka ini, Institute for Health Metrics and Evaluation memperkirakan bahwa lebih dari 50 persen populasi di kawasan Eropa akan terinfeksi Covid-19 varian omicron dalam tempo 6 - 8 pekan ke depan," kata Hans Kluge, Direktur WHO untuk wilayah Eropa.

Baca juga: Firaun Ini Paling Terkenal Sepanjang Sejarah, Siapa?

Menurut Kluge, 50 dari 53 negara di Eropa dan Asia Tengah telah mengalami lonjakan kasus Covid-19, yang sebagian besarnya adalah kasus omicron.

Banyak bukti memperlihatkan omicron mempengaruhi bagian atas pernafasan sehingga hanya menyebabkan gejala ringan Covid-19, ketimbang varian lain.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan mungkin sudah saatnya untuk mengubah cara melacak evolusi Covid-19 daripada menggunakan metode serupa untuk flu, sebab tingkat kematiannya sudah menurun. Itu artinya akan memperlakukan virus seperti penyakit endemi, bukan pandemi, tanpa mencatat kasus dan tanpa memeriksa setiap orang yang bergejala.

Namun menurut pejabat kedaruratan senior WHO untuk Eropa, Catherine Smallwood, langkah itu masih terlalu jauh. Menurutnya, endemisitas menghendaki penularan yang stabil dan dapat diprediksi.

Baca juga: Buaya Raksasa Ini Sengaja Dilepas di Perbatasan AS-Meksiko untuk Takut-takuti Para Migran yang Hendak Nyebrang Ilegal

"Kita masih mempunyai segudang ketidakpastian dan satu virus yang berkembang dengan pesat, yang menghadirkan tantangan baru. Kita tentu saja tidak berada pada titik di mana kita dapat menyebutnya endemi," kata Smallwood.

"Pada waktunya nanti bisa saja menjadi endemi, tapi menetapkannya (terjadi) pada 2022 agak sulit di tahap ini," tegasnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...