Demi Pertahankan Strategi Nol Covid-19, Hong Kong Bersiap Musnahkan 2.000 Hamster

Amerita
Kamis, 20 Januari 2022 | 08:54 WIB
ilustrasi/net R24/ame ilustrasi/net

RIAU24.COM - Pihak berwenang Hong Kong berencana untuk membunuh sekitar 2.000 hewan kecil termasuk hamster setelah beberapa di antaranya positif Covid-19, Selasa (18/1).

Baca juga: Gawat! Australia Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertamanya, Inilah Daftar Negara yang Sudah Terdampak


Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi Hong Kong juga akan menghentikan penjualan hamster dan mamalia kecil.

Keputusan ini berawal saat seorang karyawan di toko hewan dinyatakan positif Covid varian delta, dan beberapa hamster yang diimpor dari Belanda di toko tersebut juga dinyatakan positif.

Bagi pelanggan yang terlanjur membeli hamster di Hong Kong mulai 22 Desember diwajibkan menjalani tes Covid-19 dan dilarang melakukan kontak dengan orang lain hingga dinyatakan negatif.

Baca juga: Korea Selatan Bikin Kota Terapung dengan Desain Sarang Lebah, Sangat Canggih dan Keren


Hong Kong telah mempertahankan strategi nol-COVID-19 yang berfokus pada pemberantasan penyakit. Otoritas menganggap peristiwa ini sebagai contoh penularan COVID-19 dari hewan ke manusia.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), hewan tidak memainkan peran penting dalam penyebaran virus corona. Namun pihak berwenang Hong Kong tidak mengesampingkan kemungkinan penularan tersebut.

Menurut dr. Scott Weese dari Ontario Veterinary College, mink adalah satu-satunya hewan yang sempat tertular virus dari manusia, dan menyebarkannya lagi ke sesama mink.

"Semua pemilik hewan harus memperhatikan kebersihan, dan setelah Anda bersentuhan dengan hewan dan makanan mereka, Anda harus mencuci tangan," kata Leung Siu-fai, direktur Departemen Pertanian dan Konservasi Hong Kong.


Informasi Anda Genggam


Loading...