Nafsu Pemerintah Pindakan Ibu Kota Negara Bawa-bawa Nama Guru Honorer, Kenapa?

Azhar
Jumat, 21 Januari 2022 | 08:11 WIB
Ilustrasi. Sumber: Detik.com R24/azhar Ilustrasi. Sumber: Detik.com

RIAU24.COM -  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ledia Hanifa Amaliah membawa-bawa nama guru honerer saat pemerintah begitu serius memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Menurutnya, kenyataan pemerintah lebih memilih untuk mengurus rencana pemindahan IKN ketimbang memikirkan nasib guru honerer patut dipertanyakan dikutip dari pikiran-rakyat.com, Kamis, 20 Januari 2022.

Katanya, selama bertahun-tahun banyak guru honorer yang nasibnya tak jelas dan menantikan kepastian. Tahun demi tahun diharap ada perbaikan nasib menjadi lebih baik.

Baca juga: Tokoh Kebanggaan Warga Sumbar Itu Bernama Buya Syafii Maarif

"Miris sekali, ribuan guru honorer masih terkatung-katung nasibnya. Tahun berganti tahun, namun kesejahteraan dan kepastian status ketenagakerjaan mereka masih terabaikan," sebutnya.

"Sementara Pemerintah malah sibuk mengedepankan nafsu memindahkan ibu kota sesegera mungkin. Sangat memprihatinkan," jelasnya.

Baca juga: Cerita Tak Biasa dari Buya Syafii Maarif, Sudah Pesan Lahan Makam Sejak Bulan II 2022

Bahkan, selama bertahun-tahun persoalan guru honorer baik di sekolah negeri maupun swasta terus saja mendapatkan perhatian banyak pihak.

Kebanyakan guru honor saat ini sangat mendambakan untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) demi kejelasan status dan peningkatan kesejahteraan.


Informasi Anda Genggam


Loading...