Kecelakaan Balikpapan Bukti Pemerintah Abai soal Truk Odol

Devi
Jumat, 21 Januari 2022 | 14:28 WIB
Foto : Internet R24/dev Foto : Internet

RIAU24.COM -  Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menyoroti kecelakaan maut yang kembali terjadi di turunan perempatan Muara Rapak, Balikpapan Utara.

Insiden kecelakaan Rapak Balikpapan yang terjadi sekitar pukul 06.15 Jumat (21/1/2022) pagi ini, terlihat sebuah truk tronton bermuatan kontainer melaju kencang di turunan tanpa rem.

Baca juga: Dituduh Alien Reptil, Perdana Menteri Selandia Baru Sambangi Dokter Hewan

Pada kejadian tersebut, sekitar 20 kendaraan roda dua maupun roda empat turut jadi korban.

Djoko menilai, catatan buruk ini jadi pertanda pemerintah masih abai terhadap kehadiran truk berlebih muatan atau over dimension overload (ODOL) di jalan raya dalam perkotaan.

"Pembiaran truk odol terlalu lama di jalan raya," ujar Djoko seperti dilansir Riau24.com dari Liputan6, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Kisah Keluarga Fugates: Terlahir Berwarna Biru di Daerah Terisolasi, Ternyata Ini Penyebabnya


Berdasarkan pengalamannya saat beberapa kali ikut focus group discussion (FGD) atau rapat tentang truk ODOL, Djoko mengatakan, tampak Korlantas Polri kurang serius menindaki keberadaan kendaraan berlebih muatan.

"Korlantas harus turut serius menangani truk ODOL. Karena yang hadir hanya pejabat setara Eselon IV," seru dia.

Selain Korlantas, Ia pun meminta pemerintah daerah setempat untuk mengevaluasi pengaturan lalu lintas di tempatnya, sekaligus jalur angkutan barang yang kerap dilalui kendaraan berlebih muatan.

Itu wajib dilakukan agar kecelakaan maut yang terjadi akibat truk ODOL tidak terus berulang lagi.

"Pemkot Balikpapan harus mengevaluasi jalur angkutan barang. Ini harus serius dilakukan," pinta Djoko.


Informasi Anda Genggam


Loading...