Makan Banyak Tapi Tak Gemuk, Ternyata Ini Penyebabnya

Devi
Sabtu, 22 Januari 2022 | 09:29 WIB
Foto : Internet R24/dev Foto : Internet

RIAU24.COM - Menaikkan berat badan, ternyata bagi beberapa orang sama susahnya dengan orang lain untuk menurunkan berat badan. Naik dan turunnya berat badan berkaitan dengan metabolisme dan jumlah serta jenis makanan yang dikonsumsi.

Apakah Anda sulit menaikkan berat badan meski sudah banyak makan? Atau memiliki kerabat dan teman yang mengalaminya? 

Ternyata, metabolisme tubuh juga dipengaruhi oleh tingkat metabolisme basal. 

Baca juga: Tak Sengaja Menelan Alat Tes Swab Covid-19, Wanita Ini Terpaksa Menjalani Operasi

Metabolisme basal biasa disebut dengan BMR (Basal Metabolic Rate).
 
Menurut dokter Neha Sanwalka, dilansir The Health Site, Jumat, 21 Januari, BMR adalah tingkat pengeluaran energi minimal per satuan manusia ketika manusia istirahat. Saat beristirahat, kita tidak melakukan aktivitas berat. 

Ketika itu tubuh menghabiskan sebagian energi untuk aktivitas mendasar, seperti bernapas, memompa jantung, fungsi otak, dan kecepatan tubuh dalam melakukan aktivitas tersebut.

Mereka dengan BMR tinggi akan membakar lebih banyak kalori saat istirahat dibandingkan dengan mereka yang memiliki BMR lambat. Hasilnya, berat badan tidak naik-naik meski makan dalam porsi besar. Seiring bertambahnya usia, BMR juga menurun. BMR juga akan meningkat seiring dengan peningkatan massa otot.

Baca juga: Hasil Penelitian Menunjukkan Pengobatan Tradisional Tiongkok Efektif Dalam Mengobati Kasus Covid-19 Ringan

Namun, kurus tidak melulu memiliki tubuh yang sehat. Seperti yang dijelaskan oleh ahli endokrinologi, dokter CS Yagnik, orang yang memiliki tubuh kurus tetap membutuhkan olahraga. Sebab pada kondisi tertentu, meski berbadan kurus berpotensi memiliki lingkar pinggang yang besar atau BMI yang tinggi. 

Jika tidak diimbangi dengan olahraga, risiko terkena penyakit kardiovaskular dan komplikasi akan lebih tinggi.


Informasi Anda Genggam


Loading...