Pemerintah Musnahkan 2.000 Hamster, Ribuan Warga Hong Kong Luncurkan Operasi Penyelamatan

Amerita
Selasa, 25 Januari 2022 | 08:49 WIB
ilustrasi/net R24/ame ilustrasi/net
Bea Cukai

RIAU24.COM - Ribuan penduduk Hong Kong meluncurkan operasi penyelamatan untuk mengamankan hamster dari pemusnahan massal oleh pemerintah.

Baca juga: Putus dari Shawn Mendes, Camila Cabello Konfirmasi Gandeng Pacar Baru


Pihak berwenang Hong Kong berencana untuk membunuh sekitar 2.000 hamster dari puluhan petshop setelah beberapa di antaranya dinyatakan positif Covid-19, Selasa (18/1).

Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi Hong Kong juga akan menghentikan penjualan hamster dan mamalia kecil.

Baca juga: Ketika Penyelamatan 4 Ribu Anjing dari Praktik Kelinci Percobaan Gegerkan Negeri Paman Sam


Keputusan ini berawal saat seorang karyawan di toko hewan dinyatakan positif Covid varian delta, dan beberapa hamster yang diimpor dari Belanda di toko tersebut juga dinyatakan positif.

Bagi pelanggan yang terlanjur membeli hamster di Hong Kong mulai 22 Desember diwajibkan menjalani tes Covid-19 dan dilarang melakukan kontak dengan orang lain hingga dinyatakan negatif.

Beberapa laporan mengungkapkan bahwa banyak pemilik hamster terlihat menyerahkan peliharaan mereka di fasilitas pemerintah di New Territories.

Sementara di media sosial, orang-orang berbondong menawarkan bantuan untuk menjaga hamster yang tidak lagi diinginkan.

Ocean (29) seorang pemilik hamster dan administrator Hong Kong the Cute Hamster Group, mengatakan bahwa dia dihubungi oleh hampir 3.000 orang yang bersedia merawat hewan yang tidak diinginkan untuk sementara waktu.

Bowie (27) satu dari mereka yang menjadi sukarelawan, kini merawat dua hamster.

"Ini konyol. Hidup hewan juga hidup. Hari ini bisa hamster atau kelinci, besok bisa kucing atau anjing," kata Bowie, mengekspresikan ketidaksetujuannya dengan pemerintah.

Vanessa Barrs, profesor kesehatan hewan pendamping di City University of Hong Kong, mengatakan langkah untuk memusnahkan hamster untuk dijual dapat dibenarkan dengan alasan perlindungan kesehatan masyarakat, tetapi ketakutan akan infeksi di rumah terlalu berlebihan.

"Jutaan orang di seluruh dunia memiliki hewan peliharaan, dan belum ada kasus yang terbukti hewan peliharaan menularkan infeksi ke manusia lain," kata Barrs.

 


Hong Kong
Informasi Anda Genggam


Loading...