Kepala WHO Tekankan Omicron Bukanlah Varian Terakhir dari Mutasi COVID-19

Amerita
Rabu, 26 Januari 2022 | 09:42 WIB
ilustrasi/net R24/ame ilustrasi/net

RIAU24.COM - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menekankan bahwa sangatlah berbahaya jika berasumsi omicron akan menjadi varian terakhir dalam mutasi Covid-19.

Baca juga: Waspada, Ini Gejala Klinis Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi, Kambing dan Babi


“Pandemi COVID-19 sekarang memasuki tahun ketiga dan kita berada pada titik kritis, kata Tedros,” Senin (24/1).

“Ini adalah kondisi ideal varian lain muncul,” tambahnya.

Baca juga: Penelitian Menunjukkan, Gadis Remaja di Inggris Menggunakan Vape Sebagai Penekan Nafsu Makan


Berbicara pada pembukaan pertemuan Dewan Eksekutif WHO, Tedros mengatakan sejak omicron pertama kali diidentifikasi sekitar sembilan minggu yang lalu, lebih dari 80 juta kasus telah dilaporkan.

“Kita harus bekerja sama untuk mengakhiri fase akut pandemi ini. Kita tidak bisa membiarkannya terus berlarut-larut, bergerak di antara kepanikan dan kelalaian.”

Acara di Jenewa itu mengawali minggu pertemuan Dewan Eksekutif WHO di mana aspek-aspek kunci dari masa depan badan kesehatan PBB akan dibahas, termasuk tawaran Tedros untuk masa jabatan kedua.

Menteri pembangunan Jerman, Svenja Schulze, mengatakan bahwa prioritas utama Jerman adalah untuk mengakhiri pandemi di seluruh dunia dan menyerukan kampanye vaksinasi global secara besar-besaran.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...