Kasus Baru Covid-19 Tembus 7 Ribu, Sekolah Tatap Muka Disebut Tidak Aman

Devi
Kamis, 27 Januari 2022 | 09:08 WIB
Foto : Internet R24/dev Foto : Internet

RIAU24.COM -  Lonjakan kasus harian Covid-19 di Indonesia masih terjadi. Pada Rabu (26/1) sore dilaporkan 7.010 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Jumlah tersebut menjadi terbanyak sejak awal September 2021 lalu.

Dalam situasi kondisi tersebut, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. dr. Zubairi Djurban, Sp.PD., mengatakan bahwa pelaksanaan sekolah tatap muka saat ini tak lagi aman.

"Tembus 7.000 kasus per hari ini (26/1/2022). Sementara positivity rate lampaui 10 persen. Ini indikator bahwa sekolah tatap muka tidak lagi aman. Ada pilihan pembelajaran jarak jauh," kata Prof. Zubairi, dikutip dari Twitter pribadinya, Rabu (26/1/2022).

Baca juga: Ngaku Hamil 5 Bulan, Dea OnlyFan Berharap Tak Dipenjara

Ia meminta agar pemerintah mempertimbangkan untuk menghentikan sementara pembelajaran tatap muka 100 persen. Selain itu, Prof. Zubairi juga menyarankan agar status level PPKM dinaikkan.

Data dari Satgas Covid-19 Pemerintah, setengah dari kasus positif baru hari ini terjadi di DKI Jakarta dengan jumlah 3.509 kasus. Jawa Barat dan Banten juga melaporkan kasus positif baru lebih dari seribu, masing-masing 1.619 kasus dan 1.133 kasus.

Sementara itu, pelaksanaan sekolah tatap muka (PTM) 100 persen telah diizinkan pemerintah berdasarkan surat keputusan bersama 4 menteri. Disebutkan bahwa sekolah yang berada di zona PPKM level 1 dan 2 dan petugas sekolah sudah divaksinasi boleh menjalankan PTM 100 persen sejak awal pengajaran tahun ini.

Baca juga: Pelaut Ini Selalu Lolos dari Kepungan dan Kejaran Belanda, Siapa?

Belum sampai sebulan PTM 100 persen itu berjalan, sejumlah sekolah di beberapa kota, termasuk Jakarta, kembali menghentikan sekolah secara luring. Data Pemprov DKI Jakarta, hingga Sabtu (22/1), tercatat 120 siswa positif Covid-19. Selain itu, sebanyak 90 sekolah di DKI Jakarta menutup pelaksanaan PTM 100 persen.
 


Covid-19 PTM
Informasi Anda Genggam


Loading...