Berdarah Dayak, Andi Soraya Kecam Edi Mulyadi yang Sebut Kalimantan Tempat Jin Buang Anak

Devi
Jumat, 28 Januari 2022 | 17:00 WIB
Foto : Internet R24/dev Foto : Internet

RIAU24.COM -  Masyarakat Kalimantan merasa terhina dan membuat banyak laporan atas pernyataan Edi Mulyadi tentang Kalimantan yang disebut sebagai tempat jin buang anak. Andi Soraya yang merupakan seorang putri daerah dan memiliki darah dayak dari neneknya juga merasa marah.

Dia menjelaskan di Kalimantan bukan hanya ada suku asli Kalimantan, malainkan juga banyak suku jawa yang menetap di sana. Meski pun ada banyak suku, warga di Kalimantan tidak pernah berseteru dan menjalin ikatan persaudaraan yang sangat kuat. Sehingga dengan adanya kasus penghinaan yang dilakukan oleh Edy Mulyadi, seluruh warga Kalimantan bersatu.

Baca juga: Penantian Selama 4 Tahun, Anisa Rahma Hamil Kembar Lewat Proses Bayi Tabung

Andi memperingati Edy tentang hukum adat yang bisa menjeratnya. Dikutip dari Era.id, Andi Soraya yang memiliki darah dayak mengaku kecewa dengan pernyataan Edy Mulyadi. Edy dinilai telah melukai hati masyarakat di Kalimantan dan juga banyak suku yang ada di sana.

"Di saat ini terjadi kita semua maju bersatu. Tidak ada namanya dayak Kalteng, selatan, timur, barat nggak ada. Semuanya dayak kita bersaudara, kita bersatu. Untuk apa? harga diri, harga mati," ucapnya, Kamis, 27 Januari.

Tidak hanya itu saja, Andi Soraya juga menanggapi permintaan maaf Edy Mulyadi yang sudah menyinggung warga Kalimantan. Menurut Andi Soraya, permintaan maaf Edy tidak bisa menghapus kesalahannya.

Apalagi hukum adat dari banyak suku di Kalimantan tidak mudah untuk dihilangkan begitu saja. Andi pun mengingatkan bahwa permintaan maaf itu akan sia-sia di mata hukum adat.

"Lalu, Andi Soraya juga memperingati Edy Mulyadi tentang hukum adat yang masih mengintainya meski pun dia sudah menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Bagi Andi Soraya, hukum adat tidak bisa lepas begitu saja dari Edy Mulyadi.

Baca juga: Penjelasan Resmi Singapura Tolak UAS: Terang-terangan Sebut Non-Muslim Kafir

"Bapak seenaknya bilang 'oh saya minta maaf karena saya begini', pak kami memiliki harga diri, apalagi orang-orang bugis, orang-orang dayak itu harga dirinya harga mati. Kalau hukum RI bisa memaafkan bapak, tapi hukum adat masih ada pak," tegasnya.

Lebih lanjut, Andi Soraya juga memberi sindiran kepada Edy Mulyadi tentang pernyataannya yang menghina warga Kalimantan. Di mana muncul tagar #WargaKalimantanBukanMonyet dan #TangkapEdyMulyadi di media sosial.

"Mirip monyet nggak saya pak? Kalau saya agak mirip monyet, tolong kasih tahu saya pak karena kasihan suami saya nikahin saya kalau saya masih ada darah monyetnya," tutup Andy Soraya.


Informasi Anda Genggam


Loading...