Dibanding Kalimantan, Fahri Hamzah Sebut Papua Cocok Dijadikan Ibu Kota Baru: Mari Kita Main Laut

Rizka
Senin, 31 Januari 2022 | 13:36 WIB
google R24/riz google

RIAU24.COM -  Dipilihnya Penajam Paser Utara di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara masih menimbulkan pro kontra publik. Ada yang mendukung, tapi tak sedikit pula yang menolaknya.

Salah satu pihak yang mendukung pemindahan ibu kota Indonesia yakni Fahri Hamzah. Akan tetapi mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2014-2019 ini menyarankan ke Presiden Joko Widodo untuk memindahkan ibu kota ke Papua.

Menurut Fahri Hamzah, pemindahan ibu kota ke Papua dinilai sebagai alternatif yang paling pas untuk menyeimbangkan pembangunan baik infrastruktur maupun sumber daya manusianya. 

Baca juga: Respon Sejumlah Tokoh Soal Kode Rambut Putih Jokowi, Dari Iwan Fals Hingga Ulama

"Sebenarnya gak fair pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Karena tadi sudah disebut oleh pak Gubernur dari sisi pendapatan perkapita, dan lainnya sudah tinggi," ujar Fahri Hamzah melalui unggahan video di kanal youtube Fahri Hamzah Say. 

"Kalau mau iya pindahnya ke Papua, harus serius nih. Kita keluar dari negara Asia menjadi negara pasifik. Jadikan laut sebagai medan baru kita seperti poros maritim pikirannya Pak Jokowi," sambung Fahri Hamzah.

Lebih lanjut, politisi Partai Gelora Indonesia ini menilai lokasi Papua Tengah dinilai cocok untuk dijadikan pusat pemerintahan Indonesia yang baru.

"Anda bikin basis di Biak atau Nabire di Papua Tengah ngomong sama Amerika sekarang kita komunikasinya melalui pasifik. Kita sekarang menjadi negara pasifik saja, nggak usah negara Asia," jelas Fahri Hamzah.

Baca juga: Jason Momoa Berperan Melawan Kartel Narkoba, Inilah Sinoopsis Film Braven

"Sebab di negara Asia ini sudah banyak pemain-pemain lama. Mari kita main laut, misalnya kan begitu. Itu ide besar jadi enak diskusinya," tegasnya.

Seperti diketahui, mayoritas masyarakat yang mendukung kebijakan pemerintah tersebut menganggap Jakarta sebagai ibu kota negara saat ini sudah tidak memungkinkan lagi menjadi pusat pemerintahan. Alasannya, pemukiman dan penduduk sudah sangat padat.


Informasi Anda Genggam


Loading...