Vira, Pasangan Tionghoa yang Membuka Toko Mainan di Kuala Lumpur Ini Bangun Surau Untuk Konsumennya yang Beragama Muslim

Devi
Sabtu, 12 Februari 2022 | 14:50 WIB
Foto : Internet R24/dev Foto : Internet

RIAU24.COM - Karena Malaysia adalah tempat peleburan segala macam agama dan ras, selalu menyenangkan untuk mendengar cerita tentang bagaimana beberapa orang telah mencoba untuk membantu mengakomodasi dan memeluk orang lain .

Dalam kasus serupa, sepasang suami istri Tionghoa telah membangun surau di toko mereka untuk memudahkan pengunjung mal dan pekerja mereka untuk berdoa !

Baca juga: Ibu Kandung Dewi Persik Hadir di Polres, Ingin Mengetahui Pelaku Penghina Anaknya

Pasangan pemilik toko mainan dan perlengkapan bayi yang berlokasi di Pandan Kapital, Pandan Indah, Kuala Lumpur ini telah menyediakan surau untuk pria dan wanita lengkap dengan tempat wudhu untuk memudahkan pelanggan dan masyarakat yang berkunjung ke mall untuk menunaikan shalat.

Lee Chee Win dan Yong Siew Ching mengatakan bahwa surau ini dibangun 13 tahun yang lalu untuk membantu memudahkan para pekerja mereka untuk melakukan salat tanpa harus pergi jauh.

Baca juga: Kopilot Helikopter Polri Yang Jatuh di Perairan Bangka Belitung Akhirnya Ditemukan

Setelah menyita perhatian warga Malaysia, mereka kemudian membukanya untuk umum. Lee yang sudah menjalankan bisnis di sana sejak tahun 2000 ini mengatakan, “Tentu saya senang surau yang kami bangun bisa digunakan oleh lebih banyak orang dan saya bersyukur bisa membantu umat Islam shalat ketika saatnya tiba .”

Surau1

Dijelaskannya, sebelum menjadi surau, awalnya itu merupakan tempat memajang barang-barang yang dijual, namun mereka memutuskan untuk mengubahnya menjadi dua ruangan untuk menampung surau pria dan wanita. Dapat menampung 2 sampai 3 orang sekaligus, Lee mengatakan bahwa ia juga membangun tempat wudhu serta memasang tirai mandi untuk melindungi aurat wanita .

“3 tahun yang lalu, saya juga mengganti lantai dari karpet ke ubin agar lebih mudah dirawat. Saya juga menyediakan perlengkapan sholat seperti sajadah, kain dan telekung untuk pengunjung,” imbuhnya.

Sementara itu, Yong mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan atas dasar rasa hormat dan niat untuk memudahkan umat Islam dalam menunaikan salat.

Surau2

Di balik kisah surau tersebut, Yong mengatakan bahwa ia selalu berusaha untuk belajar tentang Islam karena ia memiliki anak angkat Melayu bernama Nik Aliza Abdullah yang kini berusia 37 tahun. Yong mengatakan bahwa dia mengambil wanita dari Terengganu sebagai anak angkat 20 tahun yang lalu karena dia tinggal sendirian di Kuala Lumpur.

“Nik Aliza dulu bekerja dengan saya ketika dia pertama kali datang ke Kuala Lumpur. Dia sangat baik dan saya merasa kasihan ketika saya melihatnya tinggal sendirian di kota besar ini.”

“Sejak itu saya mengambilnya sebagai anak angkat dan mengasuhnya sampai sekarang menikah dan memiliki 3 anak ,” tambahnya.

Diadopsi

Dengan hadirnya Nik Aliza dalam kehidupan keluarga mereka, dia telah mengajari mereka banyak hal tentang Islam dan mereka bahkan berpuasa setiap kali bulan Ramadhan tiba. Bahkan, 3 anak Nik Aliza juga diasuh olehnya dan tidak pernah menganggap cucunya sebagai orang luar.

“Saya mencintai mereka seperti cucu saya sendiri dan mereka sangat dekat dengan keluarga kami. Ketiganya fasih berbahasa Mandarin dan Hakka.”

“Saya tidak pernah melihat perbedaan agama atau ras sebagai masalah karena cinta dan rasa hormat terhadap sesama manusia jauh lebih penting ,” katanya.

Toko2

 


Informasi Anda Genggam


Loading...