Ketika China dan Vietnam Sama-sama Klaim Kemenangan Soal Perang 1979

Azhar
Kamis, 17 Februari 2022 | 12:27 WIB
Militer China saat invasi Vietnam. Sumber: Intisari Online R24/azhar Militer China saat invasi Vietnam. Sumber: Intisari Online
Bea Cukai

RIAU24.COM - Invasi militer China ke Vietnam pada 17 Februari 1979, buntut dari respon atas serangan Vietnam ke Kamboja berakhir dengan klaim kedua kubu.

Kedua belah pihak sama-sama mendesak kemenangan dalam perang kali ini dikutip dari okezone.com.

Fakta dalam konflik yang relatif singkat tersebut yakni pihak China diperkirakan kehilangan 26.000 pasukan dan 37.000 lainnya luka-luka.

Baca juga: Militer Rusia Dapat Pasokan Senjata Baru Jenis Sniper

Sementara di pihak Vietnam jumlah korban jiwa mencapai 30.000 dan 32.000 luka-luka.

Konflik dimulai ketika Vietnam membentuk kehadiran militer di Laos, memperkuat hubungannya dengan saingan China, Uni Soviet dan menggulingkan rezim Pol Pot Kamboja pada 1979.

China kemudian meresponnya dengan menurunkan 200.000 pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China dengan sejumlah tank memasuki Vietnam utara dari timur dan barat.

Baca juga: SM Entertainment Sebut Aespa Kunci Kesuksesan Perusahaan di Masa Depan

Tak mau tinggal diam, Vietnam yang dibantu Uni Soviet segera memobilisasi semua pasukannya dan melancarkan serangan balik.

Pertempuran yang berlangsung selama sembilan hari itu sukses memukul mundur pasukan PLA.


Informasi Anda Genggam


Loading...