Dugaan Nama Soeharto Dicoret dalam Sejarah Serangan Umum 1 Maret, Ini Kata Mahfud MD

Azhar
Kamis, 03 Maret 2022 | 11:19 WIB
Presiden RI ke-2 Soeharto. Sumber: VOI R24/azhar Presiden RI ke-2 Soeharto. Sumber: VOI
Bea Cukai

RIAU24.COM -  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meluruskan polemik yang beredar di tengah masyarakat terkait dugaan menghilangkan nama Presiden kedua RI, Soeharto sebagai tokoh sejarah dalam Serangan Umum 1 Maret.

Keputusan Presiden (Kepres) 2/2022 dituduh menghilangkan nama Presiden kedua RI, Soeharto sebagai tokoh sejarah dalam Serangan Umum 1 Maret.

Komentarnya itu disampaikannya melalui akun Twitter miliknya @mohmahfudmd, Kamis, 3 Maret 2022.

Baca juga: Survei: Berita Korupsi Bikin Anak Muda Jauhi Politik

Katanya, nama Soeharto masih ada sebagai tokoh yang ada dalam Serangan Umum 1 Maret 1949. Hal itu bukan tercantum dalam Keppres, melainkan ada pada Naskah Akademik Keppres.

"Kepres tersebut bukan buku sejarah tapi penetapan atas 1 titik krusial sejarah. Kepres tersebut tidak menghilangkan nama Soeharto dll dalam SU 1 Maret 1949," tulisnya.

Baca juga: Gerindra Disebut Bukan Inginkan Berkoalisi dengan PKB, Lalu dengan Partai Mana?

Menurutnya, nama Soeharto disebutkan dalam sumber lain yang lebih inklusif.

"Nama dan peran Soeharto disebutkan di Naskah Akademik Kepres yg sumbernya komprehensif," ujarnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...