Usai 4 Mata dengan Soeharto di Cendana, Hoegeng Putuskan Copot Seragam Polisi

Azhar
Selasa, 08 Maret 2022 | 06:47 WIB
Hoegeng. Sumber: Internet R24/azhar Hoegeng. Sumber: Internet
Bea Cukai

RIAU24.COM Kapolri Hoegeng yang dikenal sebagai sosok pemimpin paling berani dan jujur di Indonesia membulatkan diri berhenti jadi polisi setelah dipanggil Presiden RI Soeharto di kediamannya di Jalan Cendana.

Hoegeng dipanggil karena menolak tawaran untuk menjadi Duta Besar (Dubes) Swedia dan Duta Besar (Dubes) di Kerajaan Belgia, Benelux dan Luxemburg (Benelux), dikutip dari buku ‘Hoegeng Polisi dan Menteri’ karya Suhartono, dan okezone.com.

"Tugas apa pun saya akan terima, asal jangan jadi dubes, Pak," ujar Hoegeng.

Baca juga: BJ Habibie, Orang Indonesia yang Punya Julukan Mr Crack

Presiden Soeharto kemudian menjawabnya dengan kata-kata,"di Indonesia, tidak ada lagi lowongan buat Hoegeng," balasnya.

Hoegeng ditawari menjadi duta besar lantaran sepak terjangnya sebagai Kapolri merepotkan Soeharto.

Citra dan sikap Hoegeng yang dikenal jujur dan tanpa kompromi dinilai banyak orang menjadi alasan munculnya perseteruan antara Hoegeng dengan Soeharto.

Baca juga: Mengenang Kembali Perang Diponegoro

Belum lagi sejumlah kasus diduga melibatkan orang-orang dekat Presiden Soeharto.

Usai 4 mata dengan Soekarno, Hoegeng sudah tidak lagi menjadi Kapolri. Dalam pengakuannya dia berhenti karena merasa tertantang.


Hoegeng Kapolri
Informasi Anda Genggam


Loading...