Facebook & Instagram Izinkan Ujaran Kekerasan Untuk Rusia dan Putin

Fitrianto
Minggu, 20 Maret 2022 | 00:15 WIB
Teahub.io R24/anto Teahub.io
Bea Cukai

RIAU24.COM -  Pengguna Facebook dan Instagram diizinkan untuk melontarkan 'violent speech' atau ujaran kekerasan terhadap Rusia dan Presiden Vladimir Putin, berkaitan dengan serangan mereka ke Ukraina.

Hal ini terungkap berdasarkan email internal Meta, sebagai perusahaan induk Facebook dan Instagram, yang ditujukan kepada moderator konten tentang kebijakan ujaran kekerasan di platformnya.

"Kami mengeluarkan kelonggaran kebijakan untuk mengizinkan ujaran kekerasan T1 yang seharusnya dihapus berdasarkan kebijakan Ujaran Kebencian jika: (a) menargetkan tentara Rusia, KECUALI tahanan perang, atau (b) menargetkan warga Rusia di mana konteksnya jelas tentang invasi Rusia ke Ukraina (misalnya, konten yang menyebutkan invasi, pembelaan diri, dan lain-lain)," tulis Meta dalam email kepada moderator konten.

Baca juga: iPhone 13 Mini Pink, Hadir di Indonesia Dengan Banyak Keunggulan

Kabar ini tentunya mendapat beragam respon dari pengguna media sosial, pasalnya konten seperti itu biasanya dianggap melanggar aturan, dan Facebook serta Instagram terkenal mempunyai kebijakan yang ketat untuk itu.

Sementara itu, juru bicara Meta dalam sebuah kesempatan, membenarkan bahwa pihaknya memang mengizinkan ujaran kekerasan di platformnya sebagai bentuk ekspresi politik terkait serangan Rusia ke Ukraina.

Postingan di sosial media Instgram yang menjelaskan mengnenai FB dan Instagram ijinkan ujaran kekerasan untuk Putin ini dibagikan melalui akun sosial media Instagram milik @teknologi.id . Setidaknya postingan tersebut telah mendapatkan sebanyak kurang lebih Seribu tanda suka


Informasi Anda Genggam


Loading...