Sebut Luhut Rezim Otoriter, Tagar 'Kami Bersama Haris-Fatia' Menggema di Kubu Demokrat: Demokrasi Ada Dimana?

Rizka
Senin, 21 Maret 2022 | 11:36 WIB
Irwan Fecho [Twitter/@irwan_fecho] R24/riz Irwan Fecho [Twitter/@irwan_fecho]
Bea Cukai

RIAU24.COM -  Aktivis Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus pencemaran nama baik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Menanggapi hal itu, Partai Demokrat (PD) menuding tindakan pembungkaman terhadap Haris Azhar dan Fatia adalah tindakan otoriter.

"Penguasa yang membungkam keterlibatan oposisi adalah rezim otoriter yang menolak partisipasi rakyat dalam pemerintahan. #KamiBersamaHarisFatia," kata Wakil Sekjen Partai Demokrat Irwan Fecho dalam cuitannya di Twitter, Senin (21/3).

Baca juga: Najwa Shihab Sentil Pemerintah Terkait RUU KUHP Ancaman Penjara: Ajak Banyak Profesi hingga Trending di Twitter

Irwan mengatakan oposisi itu keniscayaan demokrasi. Dengan memenjarakan Haris dan Fatia, kata dia, justru pupuk bagi oposisi.

"Oposisi itu keniscayaan dalam demokrasi. Memenjarakan Haris dan Fatia justru pupuk subur bagi oposisi," ucapnya.

Untuk diketahui, Luhut melaporkan Haris Azhar dan Fatia terkait pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya. Luhut dan tim pengacara melaporkan Haris dan Fatia karena percakapan keduanya di kanal YouTube.

Baca juga: Indonesia Didesak Untuk Memperketat Pembatasan Karena Kasus Subvarian Omicron Meningkat

Dalam kanal YouTube milik Haris, keduanya menyebutkan Luhut "bermain" dalam bisnis tambang di Intan Jaya, Papua.

Sebelum melapor ke polisi, Luhut sudah beberapa kali melayangkan somasi kepada Haris dan Fatia. Dalam somasi tersebut, Luhut menuntut permintaan maaf yang ditayangkan di akun YouTube Haris.


Informasi Anda Genggam


Loading...