IPO Beberkan Hasil Survei Terkait Wacana Tunda Pemilu 2024, Ini Jawaban Jujur dari Masyarakat

Azhar
Senin, 28 Maret 2022 | 13:14 WIB
Ilustrasi. Sumber: Internet R24/azhar Ilustrasi. Sumber: Internet
Bea Cukai

RIAU24.COM -  Lembaga Indonesia Political Opinion (IPO) membeberkan hasil pekerjaan mereka terkait wacana penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Survei yang ditujukan pada masyarakat itu menyatakan jika publik menolak penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dikutip dari sindonews.com, Senin, 28 Maret 2022.

"Mayoritas responden menolak wacana penundaan pelaksanaan Pemilu 2024," kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah.

Baca juga: Airlangga Hartarto Mulai Terkenal Bagi Kalangan Akar Rumput PAN dan PPP

Untuk rinciannya, responden yang menyatakan tidak setuju sebesar 46 persen, sementara yang menyatakan sangat tidak setuju angkanya sebesar 31 persen.

Jika diakumulasikan, angka penolakan publik terhadap wacana tersebut sebesar 77 persen.

Sementara responden yang menyatakan setuju atas wacana tersebut angkanya sebesar 19 persen, sangat setuju angkanya sebesar 4 persen.

Jika diakumulasikan, responden yang setuju atas wacana tersebut sebesar 23 persen.

Baca juga: Cerita Buya Hamka, Musuh Politik Sang Presiden

Hal senada juga terjadi terkait wacana perpanjangan masa jabatan presiden. Katanya, publik menentang Joko Widodo kembali lagi memimpin Indonesia selama 5 tahun kedepan.

Untuk diketahui, survei dilakukan pada periode 11-17 Maret 2022 dengan jumlah responden sebanyak 1.220 yang diambil secara acak.

Metode pengukuran kesalahan (margin of error) 2,90 persen, dengan tingkat akurasi data 95 persen. Setting pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sampel bertingkat.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...