Ketika MUI Bekasi Beda Pendapat dengan Ketua MUI Soal Peraturan Warung Makan saat Ramadan

Rizka
Senin, 28 Maret 2022 | 14:25 WIB
google R24/riz google
Bea Cukai

RIAU24.COM -  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi meminta kepada pemilik usaha kuliner, seperti restoran, kafe, rumah makan, hingga warung kopi untuk tutup pada siang hari selama bulan Ramadhan.

Tak hanya usaha kuliner, MUI Kabupaten Bekasi juga meminta tempat hiburan malam juga ditutup selama bulan Ramadhan.

Melalui cuitan akun twitter miliknya pada Minggu, (27/3) Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis memberikan tanggapan soal himbauan MUI Kabupaten Bekasi tersebut.

Baca juga: Ini Cara Sri Mulyani Tempuh S2 di Negeri Orang Sambil Jaga Anak

Cholil menilai warung yang menjual makanan tak perlu ditutup saat bulan Ramadan tiba. Syaratnya, restoran tersebut tak memamerkan jualannya terhadap orang-orang yang sedang berpuasa.

"Warung tak usah ditutup jualannya, tapi makannya jangan dipamerkan kepada orang yang sedang berpuasa," kata Cholil dalam akun Twitternya @cholilnafis.

Cholil lantas mengimbau puasa jangan sampai menutup hajat orang lain tapi yang tak berpuasa. Ia pun berharap bulan Ramadan tak dinodai oleh sesuatu yang tak semestinya dilakukan.

Baca juga: Rayakan Ulang Tahun ke 38, Chicco Jerikho Unggah foto Bareng Keluarga Kecil

"Ayo saling tenggang rasa dan saling menghormati," tambah dia.

Cholil memandang selama ini warung makan kerap menutup menggunakan kerai saat Ramadan tiba. Hal itu semata demi menghormati orang-orang yang menjalankan puasa Ramadan.


Informasi Anda Genggam


Loading...