Menu

NATO, Organisasi Dunia yang Kerap Disebut-sebut dalam Perang Rusia-Ukraina

Azhar 2 Apr 2022, 23:04
Lambang NATO. Sumber: Internet
Lambang NATO. Sumber: Internet

RIAU24.COM -  Nama North Atlantic Treaty Organization (NATO) kerap disebut-sebut dalam perang Rusia-Ukraina. Hal itu karena salah satu alasan Rusia menginvasi Ukraina adalah karena rencana Kiev bergabung NATO.

Tahukah jika NATO atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara dibentuk pada 4 April 1949 oleh 12 negara pendiri?

Tujuan awal pembentukan NATO adalah mengurangi pengaruh komunis, menjamin keamanan negara-negara atlantik utara, dan untuk kestabilan ekonomi serta politik dikutip dari sindonews.com.

Proses berdirinya NATO bermula usai Perang Dunia II, tahun 1945. Saat itu ekonomi di Eropa mengalami kehancuran besar akibat perang diiringi jumlah kematian yang tinggi, mencapai 36,5 juta orang.

Di Jerman, selain angka kematian bayi yang tinggi, setengah juta orang kehilangan tempat tinggal. Tenda pengungsian pun banyak didirikan sebagai hunian sementara.

Berbeda dengan negara-negara di Eropa, Uni Soviet justru membangun banyak partai-partai komunis baru yang kuat di Prancis dan Italia.

Uni Soviet juga mendominasi dan memegang kendali negara Eropa tengah dan timur. Pada Februari 1948, Partai Komunis Cekoslowakia menggulingkan pemerintah yang dipilih secara demokratis di negara itu.

Sementara di Jerman, Uni Soviet memblokade Berlin Barat dari negara sekutu Barat, sebagai upaya mengambil ibu kota Jerman.

Uni Soviet memblokir sejumlah perjalanan darat seperti jalan dan kereta api di Berlin. Dampaknya, masyarakat Jerman menjadi korban kelaparan.

Merespons hal ini, sekutu Barat seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris mengirimkan pasokan makanan dan obat-obatan.

Tindakan bantuan negara sekutu Barat itu dikenal dengan “Berlin Airlift”. Amerika Serikat kemudian mengeluarkan Marshall Plan sebagai program pemulihan ekonomi Eropa pasca Perang Dunia II, sekaligus mengurangi pengaruh partai komunis.

Namun, negara-negara Eropa membutuhkan organisasi yang menjamin keamanan mereka untuk melakukan aktivitas antarnegara.

Hal inilah yang melatarbelakangi beberapa negara demokrasi Eropa Barat untuk berkumpul membuat kerja sama militer dan pertahanan kolektif yang lebih besar.

Setelah mengadakan diskusi dan perdebatan, Perjanjian Atlantik Utara itu ditandatangani pada 4 April 1949.