Karhutla, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis

Dahari
Jumat, 08 April 2022 | 21:05 WIB
Karhutla di kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis R24/hari Karhutla di kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis
Bea Cukai

RIAU24.COM -BENGKALIS - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga Jumat 8 April 2022 masih terus berlangsung di Kabupaten Bengkalis.

Hari ini, sedikitnya 4 Hektare Lahan gambut di wilayah jalan Rokan, Dusun I Ponti Kijai, Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, terbakar. Kobaran api beriring kepulan asap pekat membumbung dilokasi karhutla.

Cuaca terik berangin kencang membuat bara api merembet cepat menggerogoti areal gambut nan gersang. Alhasil, titik api berasap pekat bermunculan dari berbagai penjuru.

"Titik Karhutla gambut berada di Desa buluh apo, Kecamatan Pinggir. Luas lahan yang terbakar kurang lebih 4 Hektare,”ungkap Komandan Kodim 0303 Bengkalis, Letkol (Inf) Endik YH melalui Danramil 03 Mandau, Kapt Arh Jemirianto, Jumat 8 April 2022.

Baca juga: Bisa Menghasilkan Berbagai Karya dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat, Korem 031/WB Lounching Mesin Serut Lidi Sawit

Menurut Danramil, penyebab Karhutla masih diselidiki pihak Polsek Pinggir. Sedangkan lahan gambut itu sendiri milik H Sihotang dan diketahui baru dibersihkan pada permukaannya.

Selain faktor angin dan cuaca, beratnya medan serta jauhnya sumber air turut memperberat proses pemadaman bara api yang terus menjalar di bagian dalam hamparan lahan gambut tersebut.

“Cuaca terik, angin kencang, medan berat dan jauhnya sumber air membuat proses pemadaman alot. Meski demikian, kami tetap berupaya maksimal,” ucap Jemirianto.

Kembali dikatakan Danramil, hingga lewat tengah hari tadi, bara api masih terpantau dan mengeluarkan asap pekat. Tim gabungan pun berjibaku memadamkan Karhutla.

Tim gabungan tersebut diantaranya, personel Koramil 03 Mandau, Polsek Pinggir, Masyarakat Peduli Api (MPA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni KLHK RI, Perangkat Desa dan masyarakat sekitar terus mengguyur ribuan liter air ke titik-titik panas yang mengeluarkan asap dari rekahan lahan gambut.

Baca juga: Andris Wasono: Zakat Merupakan Salah Satu Ciri Ekonomi Islam Dapat Mensejahterakan Umat

“Cepat padamkan, jangan sampai meluas. Cuaca makin panas, angin makin kencang. Jangan kalah, ayo padamkan,”ajak petugas Koramil 03 Mandau, dilokasi titik kebakaran.

Menjelang petang, total luas lahan terbakar mencapai lebih kurang 4 Ha. Selama pemadaman, tim berhasil menjinakkan api pada luas 2 Ha lahan gambut. Sementara 2 Ha lainnya masih diupayakan pemadamannya.

“Dua Hektare padam, dua hektare lainnya masih diupayakan pemadamannya. Kondisi akhir, titik asap masih tampak, jadi pemadaman masih berlanjut,” beber Danramil lagi.

Sembari memadamkan api, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu, imbauan untuk tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakar juga disuluhkan tak henti. 

"Kami imbau kepada seluruh masyarakat, terkhusus para petani dan yang punya lahan gambut, tolong sama-sama kita cegah potensi kebakaran. Musim kering seperti saat ini sangat rawan Karhutla,"ujarnya lagi.

“Yang paling penting, dimohonkan jangan buka areal perkebunan maupun pertanian dengan cara membakar. Dampaknya sangat buruk terhadap lingkungan dan kesehatan kita. Mari sama-sama kita cegah dan tanggulangi Karhutla untuk mencegah terjadinya bencana asap di Kabupaten Bengkalis,” pungkasnya.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...